- Pada 30 Desember 2025, harga saham PANI ditutup di Rp12.400, dengan target harga konsensus analis rata-rata mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000.
- Kenaikan target harga dipicu oleh valuasi aset PIK 2 dan penetapan kawasan tersebut sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
- Kinerja solid PANI didukung pertumbuhan laba dan pendapatan, serta kontribusi pendapatan berulang dari pengelolaan aset komersial.
Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) terus menjadi primadona di sektor properti Bursa Efek Indonesia. Sebagai pengembang utama kawasan satelit mandiri PIK 2, PANI menunjukkan performa saham yang impresif sepanjang tahun 2025.
Sejumlah analis pasar modal kini mulai memberikan proyeksi yang variatif, dengan target harga yang bervariasi namun menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan pantauan Redaksi Suara.com melalui Stockbit, harga PANI pada hari ini, Selasa (30 Desember 2025) ditutup di harga 12.400. Meroket berkisar 5% dibandingkan pada pembukaan pasar IHSG.
Berdasarkan data konsensus terbaru, target harga rata-rata PANI untuk 12 bulan ke depan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000.
Namun, antusiasme pasar semakin memuncak setelah beberapa sekuritas ternama, termasuk IndoPremier, memberikan pembaruan target harga (upgrade) yang cukup fantastis hingga menyentuh level Rp30.000 per lembar saham.
Analisis Target Harga dan Proyeksi Analis
Kenaikan target harga ini didorong oleh valuasi aset yang terus meningkat seiring dengan progres pembangunan infrastruktur di PIK 2.
Rata-rata konsensus analis saat ini berada di level Rp18.166, dengan rentang harga tertinggi di Rp22.500 dan batas bawah di Rp12.800.
Angka ini mencerminkan optimisme bahwa PANI masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas meskipun harga sahamnya telah mengalami apresiasi yang cukup tinggi sejak awal tahun.
Baca Juga: Target Harga BUMI di Tengah Aksi Jual Saham Jelang Tahun Baru
IndoPremier Sekuritas menjadi salah satu yang paling progresif dengan merevisi target harga PANI yang didorong oleh status PIK 2 sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sementara itu, data TradingView memproyeksikan target rata-rata untuk tahun 2026 berada di kisaran Rp20.010, dengan potensi maksimal mencapai Rp20.906.
Faktor utama yang menjadi katalis positif bagi PANI adalah penetapan kawasan PIK 2 sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Secara fundamental, PANI menunjukkan kinerja yang sangat solid hingga kuartal III-2025. Laba bersih dan pendapatan perusahaan mencatatkan pertumbuhan dua digit, yang mengonfirmasi bahwa strategi penjualan (marketing sales) berjalan efektif.
Meskipun manajemen melakukan revisi target penjualan 2025 menjadi lebih konservatif untuk menyesuaikan dengan kondisi makroekonomi, pasar tetap merespons positif karena profitabilitas perusahaan tetap terjaga.
Keberhasilan IPO anak usahanya, PT Cahaya Biak Digital (CBDK), juga memberikan sentimen positif tambahan. Investor belajar dari keberhasilan tersebut dan berharap PANI, sebagai induk usaha, akan mengalami apresiasi nilai yang serupa di masa depan.
Diversifikasi pendapatan dari sektor recurring income atau pendapatan berulang, seperti pengelolaan kawasan dan pusat komersial, juga mulai memberikan kontribusi terhadap arus kas perusahaan.
Prospek saham PANI ke depan juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia terkait suku bunga. Tren stabilisasi atau penurunan suku bunga acuan yang diharapkan terjadi pada akhir 2025 hingga 2026 diprediksi akan menjadi bahan bakar tambahan bagi sektor properti.
Namun demikian, bukan berarti tanpa risiko. Bank Indonesia bisa saja memberikan kebijakan yang menekan sektor PANI. Investor perlu tetap memperhatikan fluktuasi harga saham yang wajar terjadi di pasar modal.
Kendati demikian, para pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati rilis data keuangan kuartal IV-2025 mendatang serta memantau perkembangan terkini mengenai progres fisik pembangunan di lapangan.
Desclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan berita, bukan merupakan rekomendasi atau perintah untuk membeli atau menjual saham.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali