Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada akhir tahun 2025, Rabu (31/12/2025), stagnan setelah mencatat rekor penurunan terburuk.
Berikut harga emas batangan Antam pada Rabu pagi hari ini:
0,5 gram Rp 1.254.500
1 gram Rp 2.501.000
2 gram Rp 4.768.000
3 gram Rp 7.134.000
5 gram Rp 11.860.000
10 gram Rp 23.640.000
25 gram Rp 58.935.000
50 gram Rp 117.705.000
100 gram Rp 235.260.000
250 gram Rp 587.840.000
500 gram Rp 1.175.400.000
1.000 gram Rp 2.349.600.000
Sebagai informasi, pada Selasa (30/12/2025), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan yang sangat signifikan, bahkan tercatat sebagai salah satu koreksi harian terburuk sepanjang kuartal keempat tahun ini.
Mengacu pada data resmi yang dirilis situs Logam Mulia pada pukul 08.50 WIB, harga dasar emas ukuran 1 gram di Butik Emas LM terjun bebas ke angka Rp2.501.000 per batang.
Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar Rp95.000 jika dibandingkan dengan posisi harga pada hari sebelumnya.
Rekor Penurunan Terburuk Sejak Oktober
Jatuhnya harga emas hari ini bukanlah koreksi biasa. Penurunan sebesar Rp95.000 dalam sehari ini tercatat sebagai kinerja harian terburuk sejak peristiwa Oktober 2025 lalu, di mana kala itu harga emas sempat tergerus hingga Rp177.000 dalam satu hari perdagangan.
Jika diakumulasikan dalam kurun waktu 48 jam terakhir, harga emas Antam telah kehilangan nilainya sebesar Rp104.000 per gram.
Baca Juga: Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 2.596.000 per Gram
Kondisi ini praktis menghapus reli keuntungan (gain) yang sempat dinikmati investor ritel dalam sepekan terakhir.
Bagi investor yang baru membeli emas di pucuk harga tertinggi kemarin, penurunan ini tentu menjadi pukulan portofolio yang cukup dalam.
Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback—harga yang didapat jika Anda menjual emas kembali ke Antam—juga mengalami nasib serupa.
Harga buyback hari ini ambrol Rp95.000 ke level Rp2.360.000 per gram. Penting diingat bagi investor, selisih antara harga beli dan harga buyback (spread) tetap harus diperhitungkan sebelum memutuskan untuk melakukan likuidasi aset saat ini.
Hancurnya harga emas domestik tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar komoditas global. Harga emas Antam yang mengekor pergerakan emas dunia (spot gold) terkena imbas langsung dari aksi jual massal (sell-off) yang terjadi di pasar internasional.
Pada penutupan perdagangan Senin (29/12/2025) waktu Amerika Serikat, harga emas dunia (XAU/USD) ditutup longsor 4,43% ke level US$4.331,68 per troy ons. Persentase penurunan ini adalah yang terdalam sejak 21 Oktober 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan