- Kementerian PU memulihkan infrastruktur sanitasi terdampak bencana di Aceh Tamiang melalui tanggap darurat hingga rekonstruksi.
- Fokus utama pemulihan meliputi TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang, dilengkapi penyediaan sanitasi darurat seperti toilet portabel.
- Pemulihan jangka panjang mencakup perbaikan permanen, pengadaan sarana pengolahan, dan usulan teknologi sanitasi ramah lingkungan.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko gangguan kesehatan lingkungan sekaligus memastikan layanan dasar masyarakat segera kembali berjalan.
Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Fokus pekerjaan berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau serta Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Aceh Tamiang yang terdampak langsung bencana.
Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh memprioritaskan penyelesaian sisa volume sampah dan material pascabencana.
Material tersebut dinilai menghambat akses dan berpotensi memicu persoalan kesehatan lingkungan.
Selain pembersihan kawasan, layanan sanitasi darurat juga diperkuat melalui penyediaan sarana air limbah domestik dan pengelolaan lumpur tinja.
Sejumlah toilet portable, toilet mobile, hingga toilet knock down dimobilisasi untuk mendukung kebutuhan sanitasi masyarakat terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menilai ketersediaan infrastruktur air dan sanitasi menjadi aspek krusial dalam situasi bencana, terutama di wilayah rawan seperti Sumatera.
Baca Juga: Pemulihan Dipacu, Warga Aceh Segera Tempati Hunian Sementara Berstandar Layak
"Karena dalam kondisi bencana tidak hanya sebatas pemenuhan pangan saja, ketersediaan air dan infrastruktur juga sangat penting,” kata Dody dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU menyiapkan pemulihan infrastruktur sanitasi secara menyeluruh.
Upaya ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sistem pengelolaan sanitasi agar kembali berfungsi normal dan berkelanjutan.
Langkah tersebut mencakup pengadaan truk tinja, tangki septik beserta bioaktivator, serta pendampingan tata kelola pengelolaan sanitasi.
Penyusunan studi teknis juga disiapkan apabila dibutuhkan untuk mendukung perbaikan jangka panjang.
Untuk penanganan TPA Rantau, Kementerian PU menyiapkan sejumlah pekerjaan permanen, mulai dari perbaikan sel landfill eksisting, pembangunan sel landfill baru, perbaikan jalan akses, hingga pengadaan alat berat pendukung operasional.
Berita Terkait
-
Viral Video Dini Hari, Aktivitas Truk 'Bawa' Kayu Lalu Lalang di Jalur MedanBanda Aceh
-
Layanan Pulih 100 Persen, BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal
-
Babak Belur Dihantam Bencana, Purbaya Akan Tambah Anggaran Aceh Rp 1,63 Triliun di 2026
-
Kementerian PU Lepas Proyek Baru di IKN, Diserahkan ke OIKN
-
Presiden Prancis Emmanuel Marcon Bakal ke Borobudur, Kementerian PU Siapkan Pembenahan Infrastrukur
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang