- PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan xRDN sebagai produk tabungan digital berbasis pasar modal guna mengatasi dana tidak produktif dan risiko keamanan.
- xRDN dirancang dengan prinsip keamanan tiga lapis yang berfungsi sebagai fondasi utama, bukan sekadar fitur tambahan layanan keuangan.
- Produk ini menawarkan potensi imbal hasil sekitar $\pm 2\%$ dan berhasil menarik dana investor triliunan rupiah saat gejolak pasar.
Suara.com - Maraknya kasus phishing, pembobolan akun keuangan, hingga penyalahgunaan identitas digital membuat risiko finansial kini tak lagi semata berasal dari fluktuasi pasar. Ancaman justru datang dari sisi keamanan akses dan perlindungan sistem.
Di tengah tren tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai keamanan tidak boleh lagi menjadi fitur tambahan dalam layanan keuangan digital. Perusahaan menegaskan, sistem perlindungan harus menjadi fondasi utama.
Berangkat dari prinsip itu, IPOT meluncurkan xRDN, sebuah cara menabung digital berbasis pasar modal yang dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus: dana yang tidak produktif dan risiko keamanan digital.
IPOT menegaskan bahwa xRDN bukan instrumen spekulatif dan tidak menjanjikan imbal hasil tetap. Produk ini dikelola sesuai regulasi pasar modal Indonesia dengan prinsip transparansi dan perlindungan investor.
"Di saat banyak pihak fokus pada fitur dan pertumbuhan, kami memilih fokus pada fondasi. Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT," ujar President Director PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The seperti dikutip, Kamis (19/2/2026).
Selama ini, banyak platform keuangan berlomba menawarkan kemudahan transaksi dan fitur instan. Namun, ketika terjadi gangguan sistem atau manipulasi akses akun, nasabah sering kali menjadi pihak paling rentan.
IPOT menyebut xRDN dibangun dengan filosofi 'Security is IPOT Foundation'. Dari sisi keamanan, sistem ini dirancang tidak bergantung pada satu lapisan perlindungan semata.
Perusahaan menerapkan sistem keamanan 3-lapis yang diklaim mampu menjaga akun tetap terlindungi, bahkan jika pengguna menjadi korban phishing.
Dalam skenario tersebut, akun saham tetap terkunci dan tidak dapat disalahgunakan secara sepihak.
Baca Juga: Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
Selain aspek keamanan, xRDN juga menawarkan potensi imbal hasil sekitar ±2 persen, lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan bank konvensional maupun sebagian Rekening Dana Nasabah (RDN) yang umumnya berada di kisaran 0,02–0,2 persen per tahun.
Kepercayaan terhadap pendekatan ini terlihat saat gejolak pasar pada akhir Januari lalu. Di tengah meningkatnya volatilitas dan sikap defensif investor, IPOT mencatat masuknya dana investor dalam skala triliunan rupiah ke dalam ekosistem xRDN.
Bagi investor pasar modal, xRDN diposisikan sebagai cash asset strategis yang likuid dan lebih produktif. Sementara bagi penabung bank dan masyarakat digital, produk ini disebut relevan dengan tantangan era digital yang sarat risiko keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung