- Kementerian Perhubungan mengusulkan kebijakan WFA bagi ASN dan BUMN saat mudik Lebaran tahun ini.
- Kebijakan WFA ini bertujuan mengantisipasi dan mengurai potensi kepadatan kendaraan selama arus mudik.
- Penerapan WFA akan diputuskan berdasarkan hasil survei pergerakan orang saat periode Lebaran.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan rencana kebjakan bekerja di mana saja atau Work From Anywhere (WFA) selama mudik lebaran tahun ini. WFA ini khususnya, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menjelaskan kebijakan WFA ini sangat efektif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik.
"(WFA) itu adalah salah satu upaya kita untuk mengatur atau mengurai apabila terjadi kepadatan, dan itu akan kita lakukan setelah kita melakukan survei pergerakan orang," ujarnya di Kantor Kemehub, Jakarta yang dikutip, Selasa (6/1/2026).
Menhub menuturkan, kebijakan WFA ini juga akan diterapkan atau tidak tergantung dari hasil survei pergerakan orang di mudik lebaran yang dilakukan Kemenhub.
Bila hasil survei memang dilihat banyak masyarakat yang pulang ke kampung halamannya di lebaran, maka kebijakan WFA akan diterapakan.
"Dari hasil survei tersebut, kita akan melihat seberapa jauh animo masyarakat melakukan perjalanan, kemudian puncaknya seperti apa. Apabila dirasa saat puncak (arus mudik) terlalu tinggi, kami berkoordinasi dengan pihak Korlantas, apakah perlu mengeluarkan kebijakan WFA," bebernya.
Menurut Menhub, opsi WFA tetap terbuka dalam setiap hajatan besar baik libur natal dan tahun baru maupun mudik lebaran. Apalagi WFA bisa memecah pergerakan masyarakat, sehingga tidak lagi adanya kepadatan kendaraan saat mudik lebaran.
"Kita pastikan, kita sangat terbuka untuk memberlakukan WFA, untuk mengurai agar tidak terjadi kepadatan," imbuhnya.
Baca Juga: Bandara IKN Kini Tak Hanya Layani VVIP, Tapi Bisa Penerbangan Komersial
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari