Bisnis / Properti
Senin, 05 Januari 2026 | 16:15 WIB
Bandara IKN. [Ist]
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan memastikan Bandara IKN telah resmi berubah status dari bandara khusus menjadi bandara umum.
  • Perubahan status ini memungkinkan Bandara IKN melayani penerbangan komersil, tergantung kesiapan maskapai terkait.
  • Kementerian Perhubungan masih menunggu surat resmi perubahan status dan menyiapkan izin operasional penerbangan.

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memastikan Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) telah berubah status dari bandara khusus menjadi bandara umum.

Dengan bergantinya status itu, Bandara IKN bisa melayani penerbangan komersil. Sayangnya, Menhub tidak merinci kapan Bandara IKN bisa didarati pesawat komersil.

"Sudah disetujui kayaknya tuh IKN untuk umum, kalau saya tidak salah," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Ilustrasi Istana Garuda di IKN. [Ist]

Terkait operasional penerbangan komersil, Menhub menyebut, tinggal menunggu kesiapan dari para maskapai. Selain itu, secara paralel, Kementerian Perhubungan menyiapkan izin-izin yang diperlukan.

"Nanti kan tergantung kesiapan dari airline-nya. Kita harus ngobrol sama mereka. Kan izin-izinnya harus kita siapkan juga," ucapnya.

Intinya, Menhub menegaskan, Bandara IKN bukan sebagai bandara VVIP kembali. "Ya, kalau saya tidak salah ingat itu (bandara) IKN sudah boleh umum," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan pihaknya tengah menunggu surat resmi perubahan status dari bandara khusus menjadi bandara umum.

Menurutnya, rencana perubahan status bandara IKN ini telah lama dibicarakan di tingkat pemerintah. Bahkan, dibahas sejak masa pemerintahan sebelumnya.

"Tinggal aturannya saja sih. Aturannya sudah di Setneg kan, kita tunggu itu sudah bisa kita terbangi (pesawat komersilnya). Dan yang jelas itu kan bisa dimanfaatkan untuk penerbangan jarak jauh," ucapnya.

Baca Juga: Menhub Beri 4 Catatan dalam Pelaksanaan Nataru

Lukman menambahkan, Bandara IKN ke depannya bisa dimanfaatkan untuk penerbangan haji di Balikpapan.

"Kalau saat ini 2.500 (penumpang) untuk haji dari Balikpapan memanfaatkan bandara ini dengan sepanjang 3.000 (meter) ini kan tidak perlu technical landing begitu," pungkasnya.

Load More