- Keputusan MSCI mengenai metodologi penghitungan *free float* menggunakan data KSEI akan terbit sebelum Januari 2026 dan diterapkan Mei 2026.
- Saham BUMI diprediksi kuat naik dari Small Cap ke Standard Index, sementara DEWA juga berupaya memenuhi kriteria likuiditas global.
- Analis memproyeksikan target harga bagi kandidat seperti BUMI dan PTRO, namun risiko volatilitas tinggi jika sentimen MSCI meleset patut diwaspadai.
Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase penantian krusial terkait kebijakan baru Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Rencana perubahan metodologi penghitungan free float saham emiten Indonesia menjadi sentimen utama yang menggerakkan volatilitas saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari Grup Bakrie dan sektor infrastruktur pertambangan.
MSCI sebelumnya telah mengumpulkan masukan publik mengenai penggunaan data Monthly Holding Composition Report dari KSEI.
Berbeda dengan laporan bursa yang hanya mencatat kepemilikan di atas 5%, data KSEI mampu membedah kepemilikan di bawah 5%, memberikan potret likuiditas publik yang lebih akurat.
Hasil konsultasi ini dijadwalkan terbit sebelum 30 Januari 2026, dan jika disetujui, akan mulai diimplementasikan pada tinjauan indeks Mei 2026.
BUMI dan DEWA: Ambisi Naik Kelas ke Standard Index
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi kandidat terkuat yang diprediksi akan naik kelas dari MSCI Indonesia Small Cap Index menuju Standard Global Index.
Pada perdagangan Rabu (7/1/2026) pukul 10.00 WIB, BUMI terpantau menguat 2% ke level 476. Kapitalisasi pasar BUMI kini telah menyentuh angka fantastis Rp172 triliun, setelah melesat hampir 290% dalam setahun terakhir.
Tak mau ketinggalan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga menunjukkan taji dengan penguatan 3% pada sesi pagi ini, melanjutkan reli 7,95% pada penutupan hari sebelumnya ke level Rp815. Dengan kapitalisasi pasar Rp33,1 triliun, DEWA mulai menata ulang struktur kepemilikannya demi memenuhi kriteria likuiditas global.
Baca Juga: IHSG Dua Hari Melejit Hingga Tembus Level 8.900, Apa Pemicunya?
Target Harga dan Analisis Sekuritas
Sejumlah analis telah memetakan potensi pergerakan harga saham-saham kandidat MSCI ini berdasarkan data fundamental dan teknikal terbaru:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Indo Premier Sekuritas: Menilai BUMI memiliki peluang terbesar masuk ke MSCI Standard Cap Index pada peninjauan Februari atau Mei 2026. Berdasarkan ulasan analis, penguatan harga menuju level 500–505 menjadi target psikologis yang realistis jika fundamental terus membaik.
Maybank Sekuritas: Mengingatkan risiko volatilitas tinggi. Meskipun peluang masuk MSCI terbuka lebar, investor disarankan waspada jika sentimen ini meleset.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini