- IHSG diperkirakan positif pada Rabu (7/1/2026) didukung sentimen global dan kenaikan 0,84% hari sebelumnya.
- Investor asing mencatat *net buy* Rp911 miliar, mengutamakan saham seperti BBCA dan BBRI, didorong harga komoditas.
- Wall Street dan bursa Asia mayoritas menguat pada Selasa (6/1), meski terdapat ketegangan geopolitik terkait Venezuela.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (7/1/2026) diperkirakan masih berada dalam zona hijau.
Optimisme pasar domestik ini tidak lepas dari sentimen positif global, di mana bursa saham Amerika Serikat dan mayoritas pasar Asia menunjukkan resiliensi yang luar biasa meskipun situasi geopolitik dunia sedang memanas.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tampil impresif dengan penguatan sebesar 0,84%.
Pergerakan positif ini didukung oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai sekitar Rp911 miliar. Adapun saham-saham yang menjadi buruan utama asing meliputi RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM.
Secara teknikal, indeks memiliki ruang untuk melanjutkan pendakiannya, didorong oleh lonjakan harga komoditas nikel yang signifikan serta imbas positif dari bursa global.
Namun, para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada mengingat IHSG telah mencatatkan kenaikan selama lima hari beruntun, sehingga risiko koreksi teknis (profit taking) mulai membayangi.
Kajian harian BNI Sekuritas hari ini merekomendasikan saham INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR dengan catatan:
DEWA Spec Buy dengan area beli di 800-815, cutloss di bawah 800. Target dekat di 830-855.
BUVA Spec Buy dengan area beli di 1570-1585, cutloss di bawah 1550. Target dekat di 1620-1640.
Baca Juga: IHSG Dua Hari Melejit Hingga Tembus Level 8.900, Apa Pemicunya?
IATA Spec Buy dengan area beli di 168-172, cutloss di bawah 167. Target dekat di 179-186.
BULL Spec Buy dengan area beli di 505-510, cutloss di bawah 496. Target dekat di 520-540.
SMDR Spec Buy dengan area beli di 424-430, cutloss di bawah 420. Target dekat di 444-458.
Support IHSG: 8.860 – 8.900
Resistance IHSG: 8.950 – 9.000
Wall Street Cetak Rekor di Tengah Tensi Venezuela
Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menutup perdagangan Selasa (6/1) dengan catatan gemilang. Mayoritas indeks utama berhasil menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan