- Pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.07 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,35 persen mencapai level 8.960.
- Total transaksi mencapai Rp 3,47 triliun, melibatkan 5,69 miliar saham dengan 311 saham menguat.
- Proyeksi teknikal menunjukkan IHSG diperkirakan bergerak terbatas antara level support 8.760 dan resistance 9.000.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melonjak di awal perdagangan Rabu, 7 Januari 2026. IHSG menguat ke level 8.959.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG terus melesat 0,35 persen di level 8.960.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,47 triliun, serta frekuensi sebanyak 431.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 311 saham bergerak naik, sedangkan 240 saham mengalami penurunan, dan 407 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, INPC, BBBS, BSIM, FIRE, AKSI, IFSH, TRUE, KDTN, KLAS, OPMS, SMKM.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DEFI, CITY, PJHB, VINS, NICK, BIPI, SOHO, ALDO, ASGR, VICI, HBAT.
Proyeksi IHSG
IHSG masih melanjutkan tren penguatan, meski ruang kenaikannya dinilai terbatas. Pelaku pasar tetap mencermati pergerakan sektoral dan sentimen lanjutan untuk menentukan arah indeks ke depan.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), IHSG ditutup menguat 74,42 poin atau 0,84 persen ke level 8.933. Kenaikan indeks ditopang oleh penguatan sejumlah saham di sektor transportation dan logistic yang melonjak 6,56 persen, menjadi sektor dengan kinerja terbaik hari itu.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Menguat, Cek Saham-saham Rekomendasi Hari Ini
Sebaliknya, sektor financials justru berada di zona merah dengan koreksi 0,87 persen, sehingga menahan laju penguatan IHSG secara keseluruhan.
Berdasarkan analisis teknikal Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, namun dengan pergerakan yang cenderung terbatas.
Indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang support 8.760 dan resistance 9.000 pada perdagangan selanjutnya.
Pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG, baik dari dalam negeri maupun global, termasuk dinamika sektor-sektor tertentu yang menjadi penggerak utama indeks.
Dalam riset Pilarmas, terdapat beberapa saham yang menjadi perhatian untuk dicermati, yakni SCMA, SSIA, dan EMTK. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan menarik seiring kondisi pasar yang masih relatif positif.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh sentimen global, arus dana investor, serta rotasi sektor yang terjadi di pasar saham domestik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari