- IHSG pada Selasa, 6 Januari 2025, ditutup menguat 0,84 persen di level 8.933,61, didorong saham sektor basic materials.
- Penguatan indeks dipicu kenaikan harga komoditas logam global dan berbagai insentif pemerintah bagi masyarakat.
- Pemerintah memberikan insentif PPh Pasal 21 bebas dan PPN DTP untuk sektor padat karya, pariwisata, properti.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,84 persen ke level 8.933,61, setelah sempat mencetak level intraday tertinggi baru di posisi 8.940 pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2025.
Penguatan indeks didorong oleh kinerja solid saham sektor basic materials yang kembali memimpin laju pasar.
Berlanjutnya kenaikan mayoritas harga komoditas logam global serta adanya sejumlah insentif dari pemerintah menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Namun, di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah di pasar spot ke level Rp16.740 per dolar AS.
Seperti dilansir dari riset Phintraco Sekuritas, sari sisi teknikal, histogram positif MACD terus menguat seiring meningkatnya volume beli. Sementara itu, indikator Stochastic RSI juga bergerak naik mendekati area overbought.
Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk menguji area resistance di level 9.000, dengan level pivot di 8.900 dan support di 8.800. Kendati demikian, risiko minor pullback tetap terbuka akibat potensi profit taking.
Sentimen domestik turut diperkuat oleh langkah pemerintah yang terus menggulirkan berbagai insentif guna mendorong daya beli masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Melalui PMK 105/2025, pemerintah memberikan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sepanjang 2026 bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan di sejumlah sektor padat karya dan pariwisata.
Selain itu, melalui PMK 90/2025, pemerintah menetapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tapak dengan harga jual hingga Rp2 miliar dan rumah susun hingga Rp5 miliar selama 2026. Pemerintah juga tengah mengkaji pemberian insentif tambahan bagi industri otomotif.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: Emiten Jual Beli Besi Kapal Bekas (OPMS) Berencana Tambah 16 Lini Usaha Baru
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 65,91 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 triliun, serta frekuensi sebanyak 4,31 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 451 saham bergerak naik, sedangkan 269 saham mengalami penurunan, dan 238 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ECII, BIPI, GSMF, INPC, PADI, BBSS, BSIM, JIHD, NICL, OPMS, TRUE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MXPL, KLAS, CPRO, YOII, PORT, ALDO, DEFI, HBA, ITMA, PNLF, TALF.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat