- IHSG diprediksi menguat jika mampu bertahan di atas level support baru 8.900-8.930, didukung oleh net buy asing Rp230 miliar.
- BEI mengumumkan status saham per 8 Januari 2026, termasuk BBSS dan ARKO disuspensi, sementara PADI diumumkan unsuspensi.
- Bursa Wall Street terkoreksi dipicu isu kelebihan pasokan minyak, kebijakan properti, dan penurunan saham sektor keuangan signifikan.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menjadi perhatian utama investor domestik setelah berhasil menutup perdagangan kemarin dengan kenaikan tipis 0,13%.
Sentimen positif datang dari derasnya aliran modal asing dengan catatan net buy mencapai sekitar Rp230 miliar. Investor asing terpantau paling banyak mengoleksi saham-saham seperti ANTM, BBRI, INCO, ASII, dan TINS.
Kajian harian BNI Sekuritas memprediksi, IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan hari ini, asalkan indeks mampu bertahan dengan kuat di atas level psikologis support baru.
Support: 8.900 - 8.930
Resistance: 8.970 - 9.000 (Target pengujian level psikologis)
Analis BNI Sekuritas menyarankan sejumlah saham, berdasarkan kondisi pasar, beberapa saham yang menarik untuk dicermati antara lain: BMRI, RAJA, CBDK, KPIG, PGAS, dan OASA.
Update Status Emiten: Suspensi dan UMA
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan daftar terbaru terkait status perdagangan beberapa saham per tanggal 8 Januari 2026:
Unsuspend (Kembali Diperdagangkan): PADI, AHAP, dan JMAS.
Suspensi (Perdagangan Dihentikan): BBSS, FIRE, BIPI, GRPM & GRPM-W, SIPD, dan ARKO.
Baca Juga: MKNT Raih Pinjaman Jumbo Rp822 Miliar, Duitnya Mau Dipakai Ekspansi Bisnis Baru
Unusual Market Activity (UMA): OPMS, INPC, IFSH, dan OASA (Investor dihimbau mencermati volatilitas pada saham-saham ini).
Sentimen Wall Street: Sektor Keuangan dan Energi Tertekan
Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa saham Amerika Serikat justru berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Rabu (7/1). Indeks S&P 500 terkoreksi 0,34% dan Dow Jones merosot 0,94%, meski Nasdaq masih mampu naik tipis 0,16%.
Pelemahan ini dipicu oleh beberapa faktor utama:
Isu Kelebihan Pasokan Minyak: Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai penyerahan 50 juta barel minyak dari Venezuela ke AS membebani saham energi seperti Exxon Mobil dan Chevron.
Kebijakan Properti & Pertahanan: Larangan bagi investor institusi besar untuk membeli rumah tunggal (single-family homes) menekan saham private equity seperti Blackstone. Selain itu, kebijakan pelarangan buyback dan dividen bagi perusahaan pertahanan sebelum masalah industri tuntas turut memperkeruh suasana.
Koreksi Perbankan: Saham-saham raksasa seperti JPMorgan dan Wells Fargo turut menyeret indeks dengan penurunan sektor keuangan lebih dari 1%.
Di kawasan regional, bursa Asia bergerak variatif (mixed) namun mayoritas ditutup melemah. Fokus pelaku pasar tertuju pada meningkatnya tensi geopolitik antara China dan Jepang, dua kekuatan ekonomi terbesar di Asia.
Nikkei 225 Jepang anjlok 1,06%.
Hang Seng Hong Kong turun 0,94%.
Kospi Korea Selatan dan ASX 200 Australia justru mampu melawan arus dengan penguatan masing-masing 0,57% dan 0,15%.
Investor kini tengah menimbang antara optimisme terhadap perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed dengan risiko nyata dari ketegangan geopolitik di Asia dan Amerika Latin.
DISCLAIMER: Analisis ini disusun berdasarkan pergerakan pasar terkini dan data teknikal. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan instruksi atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kehilangan modal. Setiap keputusan finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut