- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mendapat pinjaman total Rp822,92 miliar untuk diversifikasi bisnis.
- Dana tersebut dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan akuakultur dan manufaktur baja.
- Fasilitas kredit tanpa bunga ini memiliki tenor hingga Juni 2026 dengan opsi konversi saham.
Suara.com - Emiten yang sebelumnya dikenal sebagai distributor perangkat telekomunikasi dan pulsa, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), tengah melakukan langkah transformasi bisnis besar-besaran.
Perseroan baru saja mengamankan fasilitas pinjaman fantastis senilai total Rp822,92 miliar yang bersumber dari dua entitas, yakni PT Mantra Capital Persada (MCP) dan PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/1/2026), kucuran dana ini telah diterima perseroan sejak 17 Desember 2025.
Pinjaman ini menjadi modal utama bagi MKNT untuk mendiversifikasi lini bisnisnya di luar sektor telekomunikasi.
Rincian pembiayaan yang diterima perseroan terdiri dari pinjaman sebesar Rp154,92 miliar dari MCP dan sebesar Rp668 miliar dari HBEH.
Ada dua poin menarik dalam perjanjian fasilitas kredit ini:
- Beban Bunga Nol Persen: Kedua fasilitas pinjaman tersebut diberikan tanpa bunga dengan jangka waktu pinjaman (tenor) hingga 30 Juni 2026.
- Opsi Konversi (Rights Issue): Terdapat klausul yang memungkinkan utang tersebut diubah menjadi kepemilikan saham dalam perseroan melalui mekanisme Rights Issue, dengan catatan harus terlebih dahulu mengantongi restu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Target Akuisisi: Dari Udang Hingga Baja
Dana segar tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk mencaplok saham di dua perusahaan dengan profil bisnis yang sangat berbeda dari bisnis inti MKNT saat ini:
Sektor Akuakultur: MKNT mengakuisisi 99,99% saham PT Radja Udang Malingping (RUM). Transaksi senilai Rp154,92 miliar ini dilakukan dengan PT Mazon Bumi Mining (MBM) untuk menguasai unit usaha budidaya udang.
Baca Juga: IHSG Dua Hari Melejit Hingga Tembus Level 8.900, Apa Pemicunya?
Sektor Manufaktur: Perseroan mengambil alih 99,99% saham PT Citra Baru Steel (CBS), sebuah perusahaan manufaktur baja, dengan nilai transaksi mencapai Rp668 miliar dari Headwell Investment Limited yang berkedudukan di Hong Kong.
Langkah agresif ini diambil manajemen MKNT sebagai upaya strategis untuk memulihkan kesehatan struktur keuangan dan menjamin kelangsungan usaha (going concern). Saat ini, MKNT diketahui masih mencatatkan ekuitas negatif.
Mengingat kondisi keuangan tersebut, merujuk pada regulasi POJK No.17/2020, perseroan mendapatkan relaksasi untuk tidak menggunakan penilai independen maupun kewajiban persetujuan RUPS di awal untuk transaksi material ini.
Namun, manajemen memastikan bahwa proses akuisisi saat ini masih berstatus kondisional dan baru akan efektif setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian jual beli terpenuhi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI
-
Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun