- Pada Kamis, 8 Januari 2026, nilai tukar rupiah melemah terhadap Dolar AS, tercatat pada Rp16.793 saat pembukaan pasar.
- Pelemahan rupiah ini mengakibatkan Dolar AS menguat, yang tercermin pada perbedaan kurs jual beli di beberapa bank.
- Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA menunjukkan data kurs beli dan jual USD yang bervariasi per tanggal tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih berada di zona merah pada hari ini Kamis (8/1/2026). Hal ini membuat Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan.
Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (8/1/2026) dibuka pada level Rp16.793 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan pelemahan rupiah membuat Dolar AS bergerak menguat di beberapa perbankan Indonesia.
Lantas berapa harga jual beli dolar di Indonesia? Berikut daftar kurs dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA pada hari ini:
1. PT Bank Mandiri Tbk
Berdasarkan data Bank Mandiri per 8 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.755 dan kurs jual Rp16.785.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.575 (beli) dan Rp16.875 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
2. PT Bank Bank Negara Indonesia Tbk
Berdasarkan data Bank BNI per 8 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.781 dan kurs jual Rp16.811.
Baca Juga: Masih Sakit, Rupiah Makin Dekati Level Rp16.800 per Dolar AS Hari ini
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.650 (beli) dan Rp16.930 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
Berdasarkan data Bank BRI per 8 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.698 dan kurs jual Rp16.850.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.640 (beli) dan Rp16.940 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
4. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Berdasarkan data BCA per 8 Januari 2026, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.785 dan kurs jual Rp16.805.
Berita Terkait
-
Catatan Buruk Rupiah di 2025: Sempat Tembus Rp16.800, Menjadi Mata Uang Terlemah Kedua di Asia
-
Rupiah Konsisten Menguat, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.773
-
Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781
-
Setelah Libur Panjang, Rupiah Ditutup Lesu di Level Rp 16.788
-
Rupiah Alami Tekanan dari Kebijakan Pemerintah, Dolar AS Perkasa Tembus Rp16.773
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar
-
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
-
Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!