- Rupiah ditutup menguat 0,09 persen pada Selasa (29/12/2025) mencapai level Rp16.773 per dolar AS.
- Mata uang Asia bergerak bervariasi; Baht Thailand menguat terbesar 0,34 persen, sementara Won Korea melemah 0,79 persen.
- Penguatan rupiah dipicu faktor eksternal dan internal, analis memprediksi rupiah akan konsolidasi besok.
Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menguat padaa pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (29/12/2025) ditutup pada level Rp16.773 Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah menguat 0,09 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp16.788 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.782 per dolar AS.
Namun, beberapa mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi. baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,34 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang melesat 0,27 persen.
Selanjutnya, ada yuan China yang terkerek 0,22 persen dan rupee India yang terangkat 0,16 persen, lalu ada dolar Singapura yang menanjak 0,12 persen.
Berikutnya, dolar Taiwan ditutup naik 0,07 persen dan yen Jepang yang menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,79 persen.
Kemudian ada dolar Hongkong yang turun 0,07 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup melemah tipis 0,04 persen pada sore ini.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah sedikit menguat dikarenakan beberapa faktor dari eksternal dan internal.
Baca Juga: Rupiah Perkasa di Selasa Pagi, Tembus Level Rp 16.781
"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS oleh rebound teknis. Rupiah terpantau datar seharian, dengan investor cenderung wait and see, risalah pertemuan FOMC malam ini dan data perdagangan serta inflasi Indonesia Jumat ini," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, dia mewaspadai bahwa investor masih waspada mengenai gejolak ekonomi global yang masih berlanjut hingga tahun depan. Sehingga, rupiah masih diperkirakan akan tertekan.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi /datar besok. Range 16.700-16.850," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%