- AMNT mengalokasikan USD 3,03 juta eksplorasi di Sumbawa, NTB, sepanjang Triwulan IV 2025 untuk memperkuat cadangan mineral.
- Fokus utama eksplorasi meliputi Blok II Elang (USD 2,8 juta) melalui pengeboran inti dan pemetaan geologi tembaga-emas.
- Struktur kepemilikan AMMN dikendalikan oleh PT Sumber Gemilang Persada (32,17%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (20,92%).
Suara.com - Emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), melalui entitas anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), secara resmi melaporkan capaian kegiatan operasional eksplorasi sepanjang Triwulan IV 2025.
Langkah strategis ini mencakup aktivitas intensif di wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, perseroan tercatat telah menggelontorkan dana sebesar USD 3,03 juta demi memperkuat basis cadangan mineral masa depan.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Sabtu, 10 Januari 2026, fokus utama eksplorasi tertuju pada dua wilayah strategis, yakni Blok II Elang dan Blok III Rinti.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan AMMN untuk mengoptimalkan potensi deposit porfiri tembaga-emas (Cu-Au) yang menjadi keunggulan operasional perseroan di industri pertambangan global.
Wilayah Blok II Elang menjadi titik berat aktivitas dengan penyerapan dana mencapai USD 2,8 juta.
Di lokasi ini, AMNT melaksanakan serangkaian pemetaan geologi serta pengeboran inti yang mencakup beberapa area potensial seperti proyek porfiri Cu-Au Elang, Gerbang Timur, dan Sebu Timur.
Selain itu, pengeboran dilakukan di wilayah Semamu yang diproyeksikan sebagai lokasi penempatan batuan penutup (waste dump).
Dalam pelaksanaannya, tim manajemen eksplorasi AMNT menggandeng mitra profesional, yaitu PT Minera Nusa Drillindo sebagai kontraktor pengeboran, serta didukung oleh layanan laboratorium dari Intertek Utama Service.
Baca Juga: Sinergi Gerak Cepat Hadapi Bencana Sumatera, MIND ID Bersama Danantara Bantu Wilayah Terdampak
Teknologi mutakhir seperti Spektrometer Mineral ASD TerraSpec 4 turut dikerahkan untuk melakukan analisis alterasi mineral secara presisi.
Secara teknis, pengeboran di Blok II Elang berhasil menyelesaikan 18 lubang bor dengan akumulasi kedalaman mencapai 6.438,5 meter.
Sementara itu, kegiatan di Blok III Rinti menyerap anggaran sekitar USD 226 ribu. Dengan mengoperasikan satu unit rig, fokus utama di blok ini adalah mengeksplorasi potensi mineralisasi di bawah lapisan lithocap Barat Daya Sane.
Hingga akhir Desember 2025, dua lubang bor telah tuntas dikerjakan dengan total kedalaman lebih dari seribu meter. Berbeda dengan dua blok sebelumnya, Blok IV Lampui tidak mencatatkan aktivitas fisik maupun pengeluaran biaya pada kuartal ini, karena perseroan masih melakukan peninjauan mendalam terhadap data-data eksplorasi terdahulu.
Keberlanjutan proyek ambisius AMMN didukung oleh struktur kepemilikan saham yang kokoh dan melibatkan pemain besar di industri energi nasional.
Sebagai informasi, struktur ini memberikan gambaran mengenai stabilitas manajerial dan arah kebijakan strategis perseroan ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai hingga Beras Makin Murah
-
IHSG Mulai Tunjukkan Tanda Overbought, Ini Saham-saham Rekomendasi Hari Ini
-
BI Ramal Kinerja Penjualan Eceran Bakal Lebih Tinggi, Ini Pendorongnya
-
Rupiah Masih Masuk Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Level Rp16.874
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
-
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network