- Indonesia dan Pakistan sepakat tingkatkan kerja sama dari PTA menjadi CEPA, dibahas Wamendag RI di Karachi, Pakistan.
- Fokus utama adalah perluasan kerjasama ke sektor jasa, termasuk usulan prioritas pengiriman tenaga medis ahli oleh Indonesia.
- Perdagangan sawit tetap vital; Pakistan adalah importir ketiga terbesar sawit Indonesia, dengan nilai transaksi USD 2,77 miliar pada 2024.
Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi mendorong transformasi kerja sama perdagangan dengan Pakistan, dari semula hanya Preferential Trade Agreement (PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, dan Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan, di Karachi, Pakistan.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kedua kepala negara pada Desember 2025 di Islamabad.
Targetnya, negosiasi CEPA ini dapat segera dilanjutkan pada awal 2026 untuk memperkuat struktur perdagangan yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kedua negara.
Dalam forum tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti menekankan bahwa kerja sama masa depan tidak hanya terpaku pada pertukaran barang, tetapi juga merambah ke sektor jasa.
Salah satu usulan prioritas Indonesia adalah kolaborasi di bidang kesehatan, khususnya pengiriman tenaga medis ahli seperti dokter dan perawat.
Di sisi lain, isu minyak sawit tetap menjadi pilar utama perdagangan. Pakistan saat ini menduduki posisi ketiga sebagai importir sawit terbesar Indonesia setelah India dan Tiongkok, dengan nilai transaksi menembus USD 2,77 miliar pada 2024.
"Kami memastikan bahwa program domestik seperti B30 yang akan naik menjadi B50 pada 2026 tidak akan mengganggu komitmen ekspor sawit kami. Pakistan tetap menjadi mitra strategis jangka panjang Indonesia," tegas Roro dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Selain hubungan bilateral, kedua negara juga fokus pada penguatan ekonomi di tingkat regional melalui organisasi D-8. Indonesia menyambut baik langkah Pakistan yang telah mengimplementasikan D-8 Preferential Trade Agreement sejak awal tahun lalu.
Baca Juga: Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
Lebih lanjut, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Pakistan yang akan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal D-8 pada 2026.
Indonesia pun menargetkan perluasan skema PTA menjadi CEPA dalam lingkup D-8 selama masa kepemimpinan di periode 2026–2027 guna menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif bagi negara-negara anggota.
Mendag Pakistan, Jam Kamal Khan, menyambut positif inisiatif ini dan menilai profil ekonomi kedua negara bersifat saling melengkapi.
Pakistan tertarik mengembangkan kerja sama di bidang teknologi industri serta mengharapkan kemudahan akses bagi produk pertanian mereka ke pasar Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen, Pakistan berencana menggelar single showcase exhibition di Indonesia tahun ini untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka kepada para eksportir dan konsumen domestik.
Catatan Perdagangan Indonesia-Pakistan:
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih