- Kementerian PU memulihkan ruas Kota Langsa – Kuala Simpang di Aceh Timur sehingga fungsional sejak 19 Desember 2025.
- Pemulihan jalur strategis pascabencana ini bertujuan menjamin kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat Aceh.
- Pemasangan Jembatan Bailey di lintas tengah Aceh ditargetkan selesai pada 25 Desember 2025 untuk memulihkan konektivitas.
Suara.com - Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh menunjukkan progres signifikan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan bahwa urat nadi distribusi logistik di lintas timur Aceh, khususnya ruas Kota Langsa – Kuala Simpang, kini telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat dan kelancaran pasokan barang dari dan menuju perbatasan Sumatera Utara tidak lagi terhambat.
Pemulihan infrastruktur ini menjadi kunci utama dalam memutar kembali roda aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh memfokuskan pengerjaan pada pembersihan sisa material bencana agar jalan nasional aman dilalui.
Berdasarkan data terkini Rabu (24/12/2025), berikut adalah update pemulihan di sepanjang jalur strategis tersebut:
- Ruas Kota Langsa – Kuala Simpang: Jalur ini dinyatakan telah fungsional sejak 19 Desember 2025 setelah tim di lapangan berhasil menyelesaikan penanganan sedimen banjir yang sempat menutup badan jalan.
- Ruas Kuala Simpang – Batas Sumatera Utara: Kabar baik bagi angkutan logistik, ruas ini kini telah dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pembersihan lumpur dan material kayu di bahu jalan untuk memastikan keamanan maksimal.
- Jalur Pendukung Lainnya: Ruas Lhokseumawe – Kota Langsa lebih dulu rampung pada 10 Desember, sementara jalur Meureudu hingga perbatasan Pidie Jaya/Bireuen sudah berfungsi sejak pertengahan bulan.
Selain lintas timur, kementerian juga tengah menggenjot pengerjaan di lintas tengah yang kerusakannya cukup kompleks. Penanganan difokuskan pada pemasangan Jembatan Bailey dan pemulihan badan jalan yang tergerus arus sungai.
Salah satu titik krusial di lintas tengah adalah ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumawe – Jeuram.
Setelah sempat putus, jalan ini sudah mulai dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. Pemerintah menargetkan pemasangan Jembatan Bailey di ruas tersebut rampung sepenuhnya pada 25 Desember 2025.
Baca Juga: Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai
Sementara itu, di wilayah Aceh Tenggara, penanganan sembilan titik longsor pada ruas Batas Gayo Lues – Kota Kutacane telah selesai.
Dua jembatan yang terdampak saat ini masih menggunakan jalan sementara, dengan target pemasangan Jembatan Bailey permanen selesai pada 27 Desember 2025.
Dengan pulihnya konektivitas di jalur-jalur utama ini, diharapkan stabilitas harga barang pokok dan distribusi bantuan dapat terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku usaha transportasi dan logistik yang mengandalkan jalur lintas provinsi tersebut.
Berita Terkait
-
Prihatin Kericuhan di Aceh Warga Vs Aparat, Wakil Ketua Komisi I DPR Minta Semua Pihak Menahan Diri
-
Air Lumpur pun Diminum, Toilet Terakhir di Gampong Kubu Usai Banjir Aceh
-
PNM Kembali Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan & Perkuat Proses Bangkit Pasca Bencana
-
Natal di Serambi Mekkah, Kala Cahaya Solidaritas Lebih Terang dari Gemerlap Lampu
-
Begini Update Kelistrikan di Aceh, Sudah Menyala Semua?
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah
-
ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi
-
Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi
-
Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela