- Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasukkan empat emiten (KOCI, MKAP, KIJA, PBSA) dalam pengawasan UMA sejak Senin (12/1).
- Keputusan ini diambil karena terjadi lonjakan harga saham yang signifikan dan tidak wajar dalam kurun waktu singkat.
- Pengawasan UMA bertujuan melindungi investor dan memastikan perdagangan berjalan secara teratur serta sehat bagi pelaku pasar.
Meski sudah menyandang status UMA per Senin (12/1), respons pasar terhadap keempat saham ini terpantau terbelah atau mixed. Beberapa saham justru seolah mengabaikan peringatan bursa dan tetap melaju di zona hijau, sementara sebagian lainnya mulai masuk ke fase koreksi.
Saham KOCI terpantau masih menjadi primadona spekulasi dengan kenaikan tajam 30,59 persen ke harga Rp222 pada perdagangan awal pekan ini. Langkah serupa diikuti oleh MKAP yang masih sanggup melesat 16,10 persen ke level Rp685.
Kondisi berbeda dialami oleh KIJA dan PBSA. Pasca pengumuman pengawasan, KIJA mulai bergerak melandai dengan koreksi sebesar 4,52 persen ke posisi Rp338.
Tekanan jual lebih dalam terjadi pada saham PBSA yang anjlok hingga 8,37 persen ke level Rp1.970, menghapus sebagian keuntungan besar yang didapat pada pekan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk