-
Kolaborasi Antarinstansi Kapolres Bogor menegaskan bahwa pemberantasan tambang emas ilegal di Bogor Barat memerlukan sinergi antara kepolisian, TNI, kementerian, dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat demi penegakan hukum maksimal.
-
Kendala Teknis Operasi Upaya pembongkaran tambang ilegal sering terkendala bocornya informasi serta lokasi di tengah hutan yang sulit dijangkau, sehingga saat petugas tiba, para pelaku biasanya sudah melarikan diri.
-
Dampak dan Risiko PETI Aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah Cigudeg sangat berbahaya karena mengabaikan standar keselamatan kerja, bahkan telah memakan korban jiwa akibat runtuhnya lubang tambang di lokasi tersebut.
Suara.com - Pemberantasan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal di wilayah Bogor Barat, khususnya di Kecamatan Cigudeg, tampaknya masih menemui jalan terjal.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, secara terbuka mengakui bahwa institusi kepolisian tidak bisa bekerja sendirian dalam menumpas aktivitas yang merusak lingkungan dan kerap menelan korban jiwa ini.
Dalam keterangannya kepada wartawan belum lama ini, Wikha menegaskan perlunya sinergi lintas sektoral yang kuat.
"Penegakannya tidak hanya dilakukan oleh Polres Bogor, namun kita berkoordinasi dengan TNI, kementerian juga sudah turun kesini, Mabes Polri," ungkap Wikha.
Fakta menarik sekaligus memprihatinkan terungkap dari pengakuan Kapolres. Upaya penegakan hukum seringkali terkendala oleh dugaan kebocoran informasi.
Wikha menceritakan pengalaman timnya saat melakukan penggerebekan ke beberapa lokasi PETI.
Uniknya, setiap kali petugas tiba di lokasi, area tambang yang biasanya sibuk mendadak sepi bak kota mati. Para penambang liar alias *gurandil* seolah sudah mengetahui kedatangan aparat jauh sebelumnya.
"Beberapa lokasi sudah kita datangi, sudah kita bongkar karena begitu kita datang rata-rata sudah dibersihkan orang-orangnya sudah tidak ada tinggal peralatannya," jelasnya.
Fenomena ini memunculkan spekulasi adanya cepu atau informan yang membocorkan rencana operasi kepada para pelaku tambang ilegal, sehingga mereka memiliki waktu untuk melarikan diri sebelum polisi tiba.
Baca Juga: Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Selain masalah kebocoran informasi, faktor geografis juga menjadi tantangan utama. Lokasi PETI umumnya berada di area terpencil, masuk jauh ke dalam hutan dengan akses yang sangat sulit dijangkau kendaraan taktis.
"Karena lokasinya biasanya masuk ke dalam hutan, tempat yang cukup jauh. Kita tidak hanya bisa dilakukan oleh Polres bogor namun dukungan dari semua pihak," tambah Wikha.
Isu PETI di Cigudeg bukan hal baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas ini sudah sering memakan korban jiwa.
Lubang galian yang dibuat secara tradisional tanpa standar keselamatan kerja (K3) seringkali runtuh dan menimbun para pekerja di dalamnya.
Namun, iming-iming butiran emas seolah menutupi risiko maut tersebut. Kerusakan lingkungan akibat penggunaan merkuri dan potensi longsor juga menjadi bom waktu bagi warga sekitar.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Tag
Berita Terkait
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Detik-detik Puting Beliung di Bogor Terbangkan Sayap Pesawat 300 Meter hingga Timpa Rumah Warga
-
Malam Tahun Baru 2026 Jalur Puncak Berlaku Car Free Night, Cek Jadwal Penyekatannya di Sini
-
Kejari Bogor Bidik Tambang Emas Ilegal, Isu Dugaan 'Beking' Aparat di Gunung Guruh Kian Santer
-
Kejari Bogor Musnahkan 5 Kilogram Keripik Pisang Bercampur Narkotika
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
MK Minta Pemohon Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru Cermati Gugatan Agar Tidak Bersifat Prematur