- Danamon & Fairatmos kerja sama akselerasi ekonomi hijau dan restorasi ekosistem Asia Tenggara.
- Danamon jadi pionir penyedia solusi pembiayaan kredit karbon untuk sektor kehutanan.
- Sinergi ini dukung target Danamon capai Net Zero Emissions operasional pada tahun 2030.
Suara.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Udara Untuk Semua (Fairatmos) untuk mengakselerasi restorasi ekosistem dan ekonomi hijau di Asia Tenggara.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Menara Bank Danamon, Jakarta, pada Selasa (13/1/2025).
Kolaborasi ini menandai langkah ambisius Danamon dalam menghadirkan solusi pembiayaan berkelanjutan, khususnya pada Nature-Based Solutions (NbS).
Dalam sinergi ini, Fairatmos akan menyediakan kapabilitas teknologi dan jaringan pembeli internasional, sementara Danamon berperan sebagai penyedia layanan keuangan bagi pengelola hutan serta pembeli kredit karbon.
Herry Hykmanto, Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata komitmen bank terhadap transisi ekonomi hijau.
“Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor keuangan dapat berperan aktif dalam transisi menuju ekonomi hijau, menghadirkan solusi inovatif yang menciptakan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat,” ujar Herry.
Senada dengan hal tersebut, CEO Fairatmos, Natalia Rialucky, menyebut Danamon sebagai institusi keuangan pertama di Indonesia yang berani melangkah sebagai pionir dalam fasilitas pembiayaan kredit karbon untuk sektor kehutanan. Dengan dukungan lebih dari 500 pemilik aset di Asia Tenggara, kolaborasi ini diharapkan menjadi blueprint global bagi pembiayaan berbasis alam.
Kemitraan ini mencakup spektrum luas, mulai dari pengembangan pembiayaan proyek karbon berbasis alam, perhitungan emisi yang akurat menggunakan teknologi Fairatmos dan penerbitan dan perdagangan kredit karbon di pasar internasional.
Inisiatif ini sejalan dengan target Danamon untuk mencapai Net Zero Emissions operasional pada tahun 2030 dan portofolio pembiayaan pada tahun 2050. Melalui kolaborasi ini, Danamon dan Fairatmos berharap dapat menginspirasi pelaku industri lain untuk bersama-sama menciptakan masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Insentif Fiskal Jadi Motor Ekonomi 2026, Sektor Properti Ikut Tawarkan Bebas PPN
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir