- Kebijakan insentif fiskal pemerintah tahun 2026, seperti PPN DTP dan subsidi KPR, mendorong pergerakan sektor properti nasional.
- Sektor properti dianggap strategis karena menciptakan efek berganda pada sektor lain seperti konstruksi dan perbankan.
- Paramount Land merespons kebijakan tersebut dengan meluncurkan program 'Promo Free PPN' untuk properti di Gading Serpong dan Petals.
Suara.com - Kebijakan insentif fiskal pemerintah pada 2026 dinilai menjadi salah satu pendorong utama pergerakan sektor properti nasional.
Dukungan berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga suku bunga perbankan yang relatif rendah, membuka ruang bagi peningkatan daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas investasi.
Di tengah momentum tersebut, sektor properti kembali dipandang strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi.
Selain menyerap tenaga kerja, industri ini memiliki efek berganda terhadap sektor lain, mulai dari konstruksi, perbankan, hingga konsumsi rumah tangga.
Kondisi ini dimanfaatkan para pengembang untuk menghadirkan stimulus guna menggerakkan pasar.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Paramount Land meluncurkan program ‘Promo Free PPN’ melalui kampanye #TaxFreeSeason 2026.
Program ini berlaku terbatas untuk produk residensial dan komersial unggulan di Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals, dengan jadwal serah terima pada 2026 serta didukung skema pembayaran yang fleksibel.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, menilai kondisi ekonomi 2026 memberikan peluang besar bagi masyarakat dan investor properti.
“Memasuki tahun 2026, Menteri Keuangan Purbaya optimistis Indonesia akan memasuki babak baru pertumbuhan ekonomi yang didukung kebijakan fiskal yang tepat, suku bunga perbankan yang rendah, serta sinergi sektor publik dan swasta," ujar Dave kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
"Industri properti turut menunjukkan sinyal positif seiring kebijakan pemerintah berupa insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) hingga 100 persen untuk pembelian rumah sepanjang 2026 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, subsidi bunga KPR, dan stimulus lainnya,” lanjutnya.
Ia menambahkan, promo Free PPN yang ditawarkan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus peluang bagi konsumen yang tengah mencari hunian maupun instrumen investasi properti.
“Sejalan dengan program pemerintah tersebut, Paramount Land menghadirkan promo Free PPN bagi masyarakat yang tengah mencari hunian idaman, maupun bagi investor properti yang mencari peluang investasi terbaik di Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Kami mengajak masyarakat untuk segera bergerak dan memanfaatkan promo #TaxFreeSeason 2026,” bebernya.
Program Free PPN ini mencakup berbagai produk residensial dan komersial, di antaranya Grand Pasadena Village dan Altadena Residences di Pasadena Central District, serta sejumlah klaster hunian dan area komersial di Paramount Petals.
Seluruh unit ditawarkan dalam kondisi siap huni dengan pilihan pembayaran mulai dari supercash, tunai bertahap, hingga KPR.
Berita Terkait
-
Gairahkan Sektor Komersial, Kawasan Properti Ini Bidik 90.000 Captive Market
-
Survei BI: Harga Properti Stagnan, Penjualan Rumah Kelas Menengah Turun
-
PANI Laporkan Proyek Ambisius Berkapasitas 104 Ribu Orang
-
Fluktuasi Ekonomi! CBDK Revisi Target Pra-Penjualan 2025 Jadi Rp508 Miliar
-
LPKR Manfaatkan Momentum Tumbuhnya Sektor Properti untuk Cari Pundi-pundi Cuan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Perkuat GCG and Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?