- Pemerintah membuka hampir seluruh pasar utama dunia, termasuk IA-EU, sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
- Indonesia telah terhubung dengan kawasan ekonomi strategis seperti RSEP (ASEAN plus lima negara) dan memperluas akses ekspor.
- Akses pasar melalui Kanada, Inggris, dan proses keanggotaan OECD menempatkan Indonesia pada posisi terdepan kompetisi ekonomi kawasan.
Suara.com - Pemerintah terus membuka akes pasar ekspor sebagai ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan perlambatan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia saat ini telah membuka hampir seluruh pasar utama dunia. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Maka hampir semua pasar kita buka, kemarin IA-EU juga sudah ditandatangani," ujar Airlangga kepada wartawan, dikutip Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, selain Uni Eropa, Indonesia juga telah terhubung dengan berbagai kawasan ekonomi strategis di Asia Pasifik. Akses tersebut memperluas peluang ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
"Kita sudah punya RSEP dengan regional ASEAN plus Jepang, Korea, China, dan juga New Zealand, Australia," katanya.
Airlangga menilai, keterbukaan pasar ini membuat posisi Indonesia berbeda dibandingkan negara ASEAN lain. Ia menyebut Indonesia berada di jalur terdepan dalam kompetisi ekonomi kawasan.
"Maka kita adalah salah satu negara dibandingkan negara ASEAN lain yang sudah berada dalam kalau balapan itu pole position, posisi terdepan," imbuhnya.
Selain perjanjian dagang regional, Indonesia juga tengah memperluas akses pasar melalui kerja sama bilateral dan multilateral lainnya. Pemerintah, kata Airlangga, juga telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Kanada dan membuka jalur kerja sama dengan Inggris.
Ia menambahkan, Indonesia juga telah masuk dalam proses keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Saat ini, proses tersebut telah memasuki tahap technical review.
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini
"Kita sudah punya juga masuk dalam lingkaran OECD, kita sedang dalam technical review," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam