- Rupiah melemah pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, ditutup Rp 16.896 per USD.
- Pelemahan rupiah 0,18 persen disebabkan sentimen negatif defisit anggaran domestik dan suku bunga BI.
- Dolar AS menguat didukung data ekonomi solid Amerika serta retorika hawkish dari para pejabat The Fed.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah pada penutupan, Kamis, 15 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.896 per USD.
Pelemahan ini membuat mata uang garuda kembali terpuruk. Alhasil, rupiah melemah 0,18 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.865 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.880 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan mendapatkan sentimen negatif dari dalam negeri. Salah satunya adalah mengenai pelebaran defisit anggaran.
"Rupiah melemah terhadap dolar AS seiring sentimen negatif yang berlanjut terkait defisit anggaran serta prospek pemangkasan suku bunga oleh BI," katanya saat dihubungi Suara.com
Di sisi lain, dolar AS masih menguat didukung data ekonomi AS yang solid dan retorika hawkish dari para pejabat The Fed. Intervensi BI sendiri hanya bisa sedikit menahan perlemahan sehingga penguatan rupiah hanya bersifat sementara.
"Sejauh ini tidak ada perubahan fundamental pada ekonomi dan kebijakan pemerintah, rupiah masih akan terus tertekan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!
-
Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis
-
Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan
-
Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka
-
PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI
-
Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi
-
Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global
-
Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026
-
MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
Jumlah Lapor SPT Tahunan Tembus 11,43 Juta Orang, Aktivasi Coretax 18,1 Juta