- PT Pelni Logistics menargetkan volume bongkar muat peti kemas mencapai 56.482 TEUs pada tahun 2026.
- Target tersebut didukung oleh pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak.
- Perusahaan juga berencana mengoperasikan depo peti kemas di Jakarta, Surabaya, dan Bitung pada 2026.
Suara.com - PT PBM Sarana Bandar Nasional atau Pelni Logistics), anak usaha PT Pelni (Persero), membidik kinerja bongkar muat peti kemas mencapai 56.482 TEUs di tahun 2026.
Direktur Utama Pelni Logistics, Sukendra, menjelaskan target bongkar muat itu bisa tercapai setelah adanya dari penguatan bisnis captive yakni kapal penumpang, kapal tol laut, dan bisnis non-captive.
"Dari bisnis captive atau kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs. Lalu, dari bisnis non-captive, kami menargetkan mencapai 5.168 TEUs. Sedangkan kapal tol laut dapat mencapai 30.852 TEUs. Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun," ujar Sukendra di Jakarta yang dikutip, Kamis (15/1/2026).
Selain peti kemas, Pelni Logistics juga menargetkan pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis logistik.
Pada 2026, PELNI Logistics membidik volume general cargo mencapai lebih dari 427 ribu ton/m³, yang berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive.
Sementara itu, untuk angkutan kendaraan, perusahaan menargetkan pengelolaan mencapai 14.464 unit, seiring meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antarpulau.
Di segmen angkutan ternak, Pelni Logistics menargetkan pengangkutan mencapai 13.207 ternak sepanjang 2026. Layanan ini menjadi bagian penting dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan konektivitas logistik komoditas strategis, khususnya dari wilayah timur Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, Pelni Logistics terus memperkuat kapasitas depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional. Pada 2026, perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan depo container di Jakarta, Surabaya, dan Bitung dengan menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs.
Optimalisasi depo dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container.
Baca Juga: OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun PELNI, Ini Penyebabnya
Sukendra menyampaikan bahwa target operasional 2026 dirancang secara realistis namun progresif, dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola yang prudent, dan keberlanjutan bisnis.
"Kami melihat prospek pertumbuhan logistik maritim nasional masih sangat kuat. Oleh karena itu, Pelni Logistics fokus pada penguatan layanan bongkar muat, pengembangan depo container, serta sinergi dengan induk usaha dan mitra strategis untuk menangkap peluang pasar," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru