- PT PANI telah merealisasikan 100% dana dari PMHMETD III per 8 Januari 2026, senilai bersih Rp15,72 triliun.
- Mayoritas dana dialokasikan untuk penambahan saham pada anak usaha PT Bangun Kosambi Sukses (BKS) sebesar Rp15,12 triliun.
- Sisa dana Rp600 miliar digunakan sebagai modal tambahan untuk tiga entitas anak PANI lainnya untuk ekspansi bisnis.
Suara.com - Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) secara resmi melaporkan realisasi penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) atau rights issue.
Dana jumbo yang dihimpun pada November 2025 tersebut kini telah habis terserap sepenuhnya untuk mendukung strategi ekspansi perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (15/1/2026), manajemen PANI mengungkapkan bahwa per tanggal 8 Januari 2026, seluruh dana hasil penawaran umum telah dialokasikan 100 persen sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan.
Alokasi Dana untuk Anak Usaha
Setelah dikurangi biaya penawaran umum, PANI mengantongi hasil bersih sebesar Rp15,72 triliun.
Mayoritas dana tersebut digunakan untuk memperkuat posisi kepemilikan saham pada entitas anak perusahaan guna mendorong pertumbuhan bisnis di kawasan PIK 2.
Berikut adalah rincian penyaluran dana tersebut:
PT Bangun Kosambi Sukses (BKS): Mendapat alokasi terbesar senilai Rp15,12 triliun untuk penambahan penyertaan saham.
Entitas Anak Lainnya: Sisa dana sebesar Rp600 miliar disalurkan sebagai modal tambahan bagi tiga perusahaan, yaitu PT Panorama Eka Tunggal (PET), PT Cahaya Inti Sentosa (CISN), dan PT Karunia Utama Selaras (KUS).
Baca Juga: IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
PANI sebelumnya memperoleh pernyataan efektif untuk aksi korporasi PMHMETD III ini pada 28 November 2025.
Dari total perolehan dana, perseroan mengeluarkan biaya penawaran umum sebesar Rp7,5 miliar, atau hanya sekitar 0,047 persen dari total dana yang masuk.
Rincian biaya administrasi dan penunjang pasar modal meliputi:
Jasa penunjang profesi pasar modal: Rp4,2 miliar.
Jasa penasihat keuangan: Rp2 miliar.
Jasa penunjang lainnya: Rp80 juta.
Biaya administrasi lain-lain: Rp1,17 miliar.
Realisasi penggunaan dana yang sangat cepat ini menunjukkan gerak agresif PANI dalam memperkuat struktur permodalan dan ekspansi aset properti mereka di awal tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja fundamental perusahaan di masa mendatang.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Laporan realisasi dana ini disusun untuk kepentingan informasi publikasi ekonomi dan bisnis, bukan merupakan rekomendasi jual atau beli saham PANI. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan analisis profil risiko masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
-
Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah
-
Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter
-
Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite
-
Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI
-
Luhut Ungkap Prabowo Mau Kasih Bansos Tunai Rp5,4 Juta/Orang, Penerimanya Disaring Pakai AI
-
KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial