- Saham PTBA diprediksi analis mendekati nilai intrinsik Rp2.800, ditutup Rp2.440 pada 15 Januari 2026.
- PTBA memiliki IUP besar di Sumatra Selatan dan ekosistem terintegrasi logistik serta pengembangan pelabuhan.
- Pendapatan PTBA September 2025 mencapai Rp31,33 triliun didorong volume penjualan batu bara yang meningkat.
Suara.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), diprediksi akan bergerak menuju nilai intrinsik atau harga wajarnya dalam waktu dekat. Para analis melihat adanya kesenjangan yang signifikan antara harga pasar saat ini dengan valuasi fundamental perseroan yang solid.
Pada perdagangan terakhir sebelum memasuki jeda libur panjang, Kamis (15/1/2026), saham PTBA ditutup pada level Rp2.440.
Meskipun mengalami pelemahan tipis dibandingkan harga pembukaan, indikator fundamental menunjukkan bahwa harga tersebut masih berada di bawah potensi aslinya.
Berdasarkan riset terbaru dari Phintraco Sekuritas, PTBA memegang posisi strategis sebagai salah satu penguasa pasar batu bara di tanah air.
Dengan total Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) mencapai 65.632 hektare di Sumatra Selatan, perseroan memproduksi berbagai jenis batu bara termal dengan kadar sulfur dan abu yang rendah, yang sangat diminati oleh industri dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Keunggulan utama PTBA terletak pada ekosistem bisnisnya yang terintegrasi, meliputi:
- Logistik Terpadu: Pengoperasian jalur kereta api, layanan trucking, serta fasilitas penanganan batu bara.
- Pengembangan Pelabuhan: Optimalisasi kapasitas Pelabuhan Tarahan menjadi 28 juta ton dan Pelabuhan Kertapati menjadi 8,5 juta ton.
- Diversifikasi Energi: Ekspansi ke lini bisnis energi terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Salah satu katalis positif yang dinantikan pasar adalah proyek jalur kereta api rute Tanjung Enim-Keramasan.
Jalur sepanjang 158 km dengan kapasitas 20 juta ton per tahun ini telah mencapai progres konstruksi 58 persen per September 2025 dan diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal II-2026.
Hingga periode September 2025, PTBA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp31,33 triliun, naik tipis 2 persen secara tahunan.
Baca Juga: Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA
Peningkatan ini didorong oleh volume penjualan yang tumbuh 8 persen menjadi 33,7 juta ton, yang berhasil mengompensasi penurunan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 6 persen akibat fluktuasi harga batu bara global.
Meskipun laba bersih terkoreksi ke angka Rp1,4 triliun akibat beban biaya bahan bakar dan normalisasi harga komoditas, fundamental PTBA dinilai tetap tangguh.
Pendapatan perseroan diproyeksikan akan stabil di angka Rp42 triliun pada tahun 2026, sebelum kembali menanjak 4 persen ke level Rp43,6 triliun pada tahun 2027 seiring dengan normalisasi siklus pasar.
Melihat potensi pertumbuhan jangka panjang dan aset yang dimiliki, Phintraco Sekuritas menetapkan rekomendasi "Buy" atau beli untuk saham PTBA dengan target harga Rp2.800 per saham.
Target ini didasarkan pada perhitungan enterprise value sebesar Rp32,3 triliun. Valuasi saat ini dianggap sangat menarik bagi investor yang mengincar saham dengan fundamental kuat namun masih diperdagangkan dengan harga diskon.
DISCLAIMER: Pergerakan harga saham sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar dan harga komoditas global. Artikel ini disusun untuk kepentingan informasi ekonomi dan bukan merupakan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham PTBA. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam