- Kementerian PU menyatakan semua kabupaten/kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah terhubung kembali pascabencana November 2025.
- Menteri PU Dody Hanggodo mengumumkan ini di Jakarta pada Jumat (16/1/2026) setelah 52 hari bencana.
- Kementerian PU kini fokus membangun jembatan permanen karena hampir 2.000 jembatan daerah masih putus.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan tidak ada lagi kabupaten/kota yang terisolasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca banjir serta longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Dody menyebut 52 hari pascabencana, jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut seluruhnya sudah tersambung kembali.
"Jadi, per hari ini saya bisa katakan, sudah tidak ada lagi kabupaten kota yang terisolasi," kata Menteri PU Dody Hanggodo kepada wartawan di Kementerian PU, Jakarta pada Jumat (16/1/2026).
Ia menerangkan Kementerian PU ke depan akan fokus membangun jembatan-jembatan permanen di tiga provinsi tersebut. Saat ini jembatanjembatan yang putus akibat banjir dan longsor diatasi dengan jembatan bailey atau armco.
"Jembatan nasional yang memang rusak para seperti Tarutung-Sibolga kita akan kerjakan permanen, enggak bisa apa, fungsional, harus permanen. Tapi sudah bisa dilalui dengan menggunakan jalan provinsi," ujarnya.
Lebih lanjut Menteri Dody mengakui bahwa mayoritas jembatan di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak banjir serta longsor belum tersambung kembali. Dody menegaskan pembangunan jembatan akan jadi fokus kementerian ke depan.
"Hampir 2000-an jalan jembatan daerah yang masih putus. Jembatan itu baru kita kejarkan sekitar 15 persenan. Masih ada 80 persen yang kita kejar supaya bisa selesai cepat-cepatnya," kata Dody.
Hal itu menjadi prioritas untuk memulihkan kembali mobilitas masyarakat yang terdampak.
"Jadi fokusnya kita sekarang ke arah sana, jembatan daerah terutama. Karena di itu butuh banyak bailey, butuh banyak armco," ujar Dody.
Baca Juga: Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
Berita Terkait
-
Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Terkini
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan
-
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
-
Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan
-
Target Harga PTBA, Sahamnya Bisa Ulangi Level Tinggi Tahun 2025?