- CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyerahkan 1.320 hunian sementara korban banjir Sumatera mulai 15 Januari 2026.
- Total rencana pembangunan hunian oleh Danantara melalui BUMN mencapai 15.000 unit, dilengkapi fasilitas pendukung.
- Pembangunan tahap pertama kolaborasi berbagai BUMN ini meliputi lahan, konstruksi, listrik, dan konektivitas internet gratis.
Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusanatara (BPI Danantara), Rosan Roeslani mengungkapkan akan kembali menyerahkan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir Sumatera.
Setidaknya, ada 1.320 huntara yang siap huni dan diserahakan kepada korban banjir Sumatera mulai, 15 Januari 2026 besok.
"Tanggal 15 (Januari), kita akan serahkan lagi 1.320 hunian," ujarnya di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rosan melanjutkan, total hunian yang akan dibangun Danantara lewat BUMN-BUMN-nya mencapai 15.000 hunian. Saat ini, sebanyak 600 rumah telah diserahkan ke korban banjir Sumatera.
Adapun, Menteri Investasi dan Hilirisasi ini memastikan Danantara akan menggenjot pembangunan Huntara yang akan selesai dalam 3-4 bulan ini.
"Itu dari rumah humtara, karena mereka kan banyak yang tidak punya tempat," ucapnya.
Rosan menyebut, pembangunan huntara ini juga disertai fasilitas pendukungnya, mulai dari tempat ibadah dan tempat bermain anak.
"Huntara yang kita bangun ini, tidak hanya hunian saja, tapi juga ada tamannya, ada tempat bermain anak-anaknya, ada tempat ibadahnya kita bangunkan juga," imbuhnya.
Untuk diketahui, Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
Pembangunannya juga mengadaptasi kebutuhan sosial agar warga dapat kembali beraktivitas, dilengkapi fasilitas umum seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya.
Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi BUMN yang bergerak cepat di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan program payung BUMN Peduli.
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan untuk pembangunan, sementara tujuh BUMN Karya terlibat dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).
Dukungan infrastruktur dasar turut diperkuat oleh PT PLN (Persero) yang memastikan ketersediaan listrik, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menghadirkan konektivitas komunikasi di kawasan Huntara. Di sisi pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN bersama BSI turut mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan memastikan proses pembangunan berjalan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara