- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengaitkan bencana banjir Sumatra November 2025 dengan konsesi perusahaan rusak lingkungan.
- JATAM menyoroti koneksi elite politik seperti Surya Paloh, keluarga Bakrie, dan lingkaran Prabowo di lokasi terdampak.
- Keterkaitan para aktor kekuasaan ekonomi-politik tersebut diprediksi menghambat evaluasi izin dan penegakan hukum lingkungan.
Suara.com - Bencana banjir dan longsor dahsyat yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025 menyisakan duka mendalam. Di balik tragedi ekologis tersebut, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyoroti adanya jejak para aktor politik dan oligarki yang terafiliasi dengan perusahaan-perusahaan perusak lingkungan di lokasi bencana.
Dalam sebuah pemaparan yang tajam, JATAM mengurai benang merah antara konsesi tambang, energi, dan kehutanan dengan nama-nama besar di panggung politik nasional.
Tokoh-tokoh seperti Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, keluarga Bakrie, hingga lingkaran yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, disebut memiliki koneksi dengan perusahaan yang beroperasi di kawasan terdampak.
Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, secara spesifik membeberkan sejumlah temuan yang mengaitkan para elite tersebut dengan kerusakan lingkungan yang memicu bencana.
Koneksi Surya Paloh dan Tambang Batu Bara Aceh
Di Aceh, salah satu provinsi dengan dampak banjir terparah, JATAM menemukan jejak perusahaan tambang batu bara yang terhubung langsung dengan Surya Paloh. Perusahaan ini disebut beroperasi di wilayah yang rentan secara ekologis.
"Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh ini salah satunya Nirmala Coal Nusantara, ini batubara, luasannya 3.000 hektare di Aceh Barat, itu terhubung dengan perusahaan yang dimiliki oleh Surya Paloh," ungkap Melky dalam diskusi virtual, Jumat (16/1/2026).
Gurita Bisnis Keluarga Bakrie
Selain itu, gurita bisnis keluarga Bakrie juga disebut mencengkeram lahan-lahan di Sumatra. Dengan izin tambang yang mencapai puluhan ribu hektare, operasi mereka di Aceh Tengah dan wilayah lainnya menjadi sorotan tajam para aktivis lingkungan.
Baca Juga: Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
Melky menyebutkan bahwa rekam jejak grup usaha Bakrie dalam isu perusakan alam bukanlah hal baru. Aktivitas bisnis mereka di berbagai pulau kerap menuai protes dari masyarakat lokal dan pegiat lingkungan.
"Di Sumatera ada PT Dairi Prima Mineral, meskipun tidak sendirian tapi juga dengan perusahaan dari Tiongkok. Dan saya kira ini yang selalu diprotest juga oleh teman-teman di Aceh," ucapnya.
Jejak Airlangga Hartarto di Bengkulu
Nama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turut disebut dalam laporan JATAM. Jejak perusahaannya teridentifikasi di Bengkulu Utara, sebuah kawasan yang juga dilanda banjir. Perusahaan tersebut dituding memiliki catatan buruk terkait perusakan lingkungan dan konflik agraria.
"Dulu Genesis Bengkulu, kita pernah melaporkan soal jejak kejahatan dari PT Bara Adhipratama di Bengkulu Utara karena terjadi kerusakan. Lalu ada indikasi pencaplokan lahan milik masyarakat. Jadi perusahaan ini juga ikut andil sampai lingkungan Aceh tidak lagi stabil, bahkan jauh sebelum industri ekstrakatif beroperasi di provinsi Aceh," tuturnya.
Lingkaran Prabowo dan Konsesi Raksasa
Berita Terkait
-
Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
-
Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
-
Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya
-
75 Ribu Pelajar Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Alarm Serius untuk Sekolah dan Keluarga
-
Selain Mantan Presiden dan Mantan Wapres, Prabowo Juga Undang Ketum Parpol ke Istana
-
Terbukti Siapkan Rp20 Miliar untuk Suap Hakim, Eks Petinggi Wilmar Divonis 6 Tahun Penjara
-
Harga Minyak Dunia Terancam Melambung, Pemerintah Diwanti-wanti Tak Naikkan BBM Saat Lebaran
-
Revisi UU Ketenagakerjaan, DPR Janji Libatkan Buruh dan Pengusaha
-
Perkara Eks Dirut Indofarma, Guru Besar Hukum UII: Tak Ada Unsur Mens Rea
-
Israel Gempur Teheran dan Beirut Secara Bersamaan, Hizbullah Balas Serang Pangkalan Militer
-
Ada yang Terjerat Sampai Meninggal, DPRD DKI Peringatkan Bahaya Kabel Menjuntai saat Musim Hujan
-
Siapa Penerus Ali Khamenei? Dua Kota Suci Ini Jadi Penentunya