- BPBPK Aceh membangun sarana air bersih berupa 57 titik sumur dangkal dan bor dalam di wilayah terdampak bencana Sumatera.
- Penyediaan air bersih menjadi prioritas utama penanganan pascabencana untuk pemulihan kebutuhan dasar masyarakat pasca-kejadian.
- Pekerjaan pengeboran di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah bervariasi, mulai dari selesai hingga tahap persiapan teknis.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh menambah pembangunan sarana air bersih berupa sumur dangkal dan sumur bor dalam di wilayah terdampak bencana Sumatera.
Di luar pekerjaan 24 titik sumur bor yang ditangani Balai Wilayah Sungai Sumatera I, BPBPK Aceh mengerjakan pengeboran tambahan di 57 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Lokasi tersebut antara lain berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah yang sempat mengalami gangguan layanan air bersih.
Pelaksanaan pekerjaan di lapangan saat ini berada pada tahapan yang bervariasi. Sejumlah lokasi telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat, sementara lainnya masih dalam proses persiapan, mobilisasi alat, hingga pengeboran aktif sesuai kondisi teknis di lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, pemulihan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
"Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak," kata ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Di Kabupaten Aceh Tamiang, lima unit sumur bor dangkal telah rampung 100 persen dan digunakan masyarakat. Sarana tersebut berada di Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak.
Keberadaan sumur-sumur tersebut mendukung operasional fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta aktivitas harian warga sekitar. Air bersih yang kembali mengalir dinilai membantu mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.
Selain sumur dangkal, pembangunan sumur bor dalam di Aceh Tamiang masih terus berjalan. Pengeboran terdalam tercatat berada di Puskesmas Bendahara dengan kedalaman mencapai 85 meter. Disusul Puskesmas Rantau sedalam 65 meter serta Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau yang telah mencapai 35 meter.
Di Kecamatan Kota Kuala Simpang, pengeboran sumur bor dalam di Puskesmas Kuala Simpang telah mencapai kedalaman 45 meter. Sementara itu, sumur bor dalam di Desa Kota Lintang telah selesai dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
Pekerjaan serupa juga berlangsung di Kecamatan Karang Baru. Pengeboran sumur bor dalam di Puskesmas Karang Baru telah mencapai kedalaman 47 meter. Adapun di Kantor Datok Alur Bemban, pekerjaan baru dimulai dengan kedalaman awal enam meter setelah dilakukan survei geolistrik.
Di Kecamatan Kejuruan Muda, pembangunan sarana air bersih masih terus berproses. Pekerjaan sumur dangkal dan sumur bor dalam di Puskesmas Kejuruan Muda berada pada tahap mobilisasi alat.
Sementara itu, di Kantor Datok Kampung Suka Makmur, sumur bor dalam telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan, sedangkan sumur dangkal masih menunggu tahap lanjutan.
Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dan digunakan masyarakat.
Lokasi tersebut antara lain berada di Huntara 1 Kompleks Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie Jaya Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gantung dan Meunasah Gampong Beurawang Kecamatan Meureudu, serta Meunasah Cut Kecamatan Meureudu.
Untuk sumur bor dalam di Pidie Jaya, pekerjaan masih terus berlangsung di beberapa titik. Di antaranya Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan kedalaman 14 meter, Meunasah Gampong Seunong Kecamatan Meurah Dua sedalam 35 meter, serta Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya yang telah mencapai kedalaman 27 meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
-
Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
-
Langkah Trump Berdampak ke Harga Perak, Potensi Geger Geopolitik Masih Ada
-
Sempat Tembus 9.100, IHSG Berakhir di Level 9.075
-
Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
-
Pelebaran Defisit Anggaran Tekan Rupiah Loyo di Level Rp 16.896
-
Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) Tembus Rp7.140 Triliun
-
BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham
-
Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja