- Menteri PU Dody Hanggodo mengonfirmasi rencana pembangunan tol Lembah Anai telah disetujui Presiden Prabowo.
- Pembangunan tol ini sebagai respons terhadap dampak banjir dan longsor November 2025 di Sumatera Barat.
- Saat ini, proyek masih dalam tahap desain, persiapan pra studi kelayakan, Amdal, dan pencarian sumber pendanaan.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengaku sudah menyampaikan rencana pembangunan jalan tol di Lembah Anai, Sumatera Barat kepada Presiden Prabowo Subianto. Dia pun menyebut Prabowo sudah memberi restu.
"Itu (rencana tol Lembah Anai) termasuk salah satu yang sudah sempat saya sounding ke presiden dan beliau sudah oke," kata Dody saat menggelar konferensi pers di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta pada Jumat (16/1/2026).
Jalan Lembah Anai merupakan akses penghubung antara Padang dengan Bukittinggi. Kawasan itu menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak saat banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menjelaskan untuk merealisasikan rencana tersebut sejumlah tahapan harus dilalui.
Dimulai dari tahapan pre-feasibility study atau pra studi kelayakan, studi kelayakan, hingga desain.
Kemudian harus melewati kajian lingkungan atau Amdal, serta dinding penahan tanah (DPT). Setelahnya masuk ke proses lelang dan penyusunan desain hingga pelaksanaan pembangunan.
Sejauh itu, proses yang berlangsung di Kementerian PU, kata Roy, masih dalam tahap desain hingga penyusunan pre-feasibility study.
"Jadi ini tahapannya memang lagi tahapan desain, persiapan studi kelayakan, Amdal, dan DPT untuk menuju ke proses pembangunan konstruksinya," kata Roy.
Di samping itu, Kementerian PU juga sedang mempertimbangkan sejumlah opsi terkait dengan pembiayaannya.
Baca Juga: Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
"Karena ini memang prioritas arahan Pak Presiden dan Pak Menteri, pasti akan dicari sumber-sumber pembiayaan lain, mungkin ada APBN, atau sumber-sumber lain seperti investor swasta," jelas Roy.
Berita Terkait
-
PU Percepat Penanganan Banjir Aceh Tamiang, 36 Alat Berat Dikerahkan
-
Kementerian PU Tancap Gas Pulihkan Sanitasi Pascabencana, TPA Rantau Disiapkan Permanen
-
Jalur Langsa - Kuala Simpang Kembali Fungsional, Konektivitas Aceh-Sumut Berangsur Normal
-
Cek Jembatan Kembar Margayasa Pascabencana, Kementerian PU Bakal Perkuat Tebing Batang Anai
-
Nadi Logistik Pulih! Jalur Khusus Bireuen Aceh Utara Kembali Terhubung, Ekonomi Lintas Timur Bangkit
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan