- IHSG terkoreksi tajam 343 poin atau minus 4,32 persen mencapai level 7.596 pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026.
- Tekanan jual merata di seluruh sektor, terparah dialami sektor basic materials yang ambles hingga mencapai 8,03 persen.
- Secara teknikal, pelemahan jangka pendek masih kuat, sesi kedua IHSG diproyeksikan konsolidasi rentang 7.575 hingga 7.600.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hancur pada sesi pertama perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG terkoreksi tajam 343 poin atau minus 4,32 persen ke level 7.596.
Mengacu pada riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual terjadi merata di hampir seluruh sektor. Penurunan terdalam tercatat pada sektor basic materials yang ambles hingga 8,03 persen.
Disusul sektor transportasi yang melemah 6,80 persen serta sektor cyclicals yang turun 5,60 persen.
Secara teknikal, Phintraco mencermati posisi IHSG pada sesi pertama sudah berada di bawah MA5 dan MA20 secara intraday. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum pelemahan jangka pendek masih cukup kuat.
Sinyal tekanan jual juga diperkuat oleh indikator MACD yang menunjukkan pembentukan serta pelebaran histogram negatif. Hal ini menandakan dominasi aksi jual masih berlangsung di pasar.
Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal tersebut, pergerakan IHSG pada sesi kedua diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi. Indeks diproyeksikan bergerak terbatas pada rentang 7.575 hingga 7.600 pada perdagangan sesi kedua hari ini.
Pelaku pasar disarankan mencermati potensi volatilitas lanjutan, terutama di saham-saham sektor komoditas dan transportasi yang memimpin pelemahan pada sesi pertama.
Trafiik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I, sebanyak 33,08 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,09 juta kali.
Baca Juga: IHSG Makin Memburuk pada Rabu Pagi, Dibuka ke Level 7.859
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 68 saham bergerak naik, sedangkan 748 saham mengalami penurunan, dan 142 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada sesi I diantaranya, SOTS, IFSH, MASB, SULI, BRRC, BELL, GRPM, EURO, LMAX, POLU, SIPD.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ELPI, ARTA, INDO, INDS, MDIA, PEGE, DPUM, ALKA, CITY, GMTD, BRMS.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
-
Emas Antam Ambruk, Hari Harganya Rp 3.045.000/Gram
-
Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
-
Tar dan Nikotin Dibatasi, Industri Kretek Nasional Terancam Lumpuh
-
Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group