- PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menaikkan kapasitas terpasang menjadi 727 MW pada 2025 dari sebelumnya 672 MW.
- Peningkatan kapasitas ini disumbang PLTP Lumut Balai Unit 2 yang beroperasi akhir Juni 2025 sebesar 55 MW.
- PGE kini menggarap proyek strategis, menjalin kerja sama dengan PLN, serta merintis pemanfaatan panas bumi non-listrik.
Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan peningkatan kapasitas terpasang sebesar 727 MW pada 2025 dari sebelumnya sebesar 672 MW.
Ditargetkan dalam dua sampai tiga tahun ke depan kapasitas terpasang mencapai 1 GW dan 1,8 GW pada 2033.
Peningkatan kapasitas terpasang disumbang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2, berkapasitas 55 megawatt (MW) yang resmi mulai beroperasi pada akhir Juni 2025 lalu.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., Edwil Suzandi, menyampaikan pencapaian pada 2025 menjadi modal perusahaan untuk mengejar target peningkatan kapasitas terpasang.
"Pencapaian sepanjang 2025 menjadi pondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi," kata Edwil yang dikutip, Sabtu (17/1/2025).
Guna mengejar peningkatan kapasitas terpasang 1 GW dan 1,8 GW pada 2033, PGE saat ini tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029.
Sejumlah proyek itu meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.
Di samping itu, guna mendukung swasembada energi nasional , pada Agustus lalu, PGE bersama PLN Indonesia Power menandatangani Heads of Agreement (HoA) yang difasilitasi Danantara untuk mengembangkan 19 proyek panas bumi berkapasitas 530 MW.
Bersamaan dengan itu, empat proyek PGE masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029, sehingga berpeluang mendapatkan pembiayaan internasional sebesar 613 juta dolar AS.
Baca Juga: PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
Kemudian, PGE memperluas pemanfaatan panas bumi ke sektor non-listrik dengan meluncurkan proyek percontohan green hydrogen di Ulubelu, Lampung, pada Agustus lalu.
Proyek ini bertujuan membangun ekosistem hidrogen hijau terintegrasi, dari produksi hingga pemanfaatan, untuk mendukung industri rendah karbon.
Selain itu, PGE merintis pengembangan green data center berbasis panas bumi melalui kerja sama dengan IDPRO dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi disebut menjadi dasar pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
"Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional." ujar Edwil.
Berita Terkait
-
Tingginya Prospek Bisnis EBT Disambut Kesiapan Fundamental Pertamina Geothermal Energy
-
Pertamina Geothermal Energy Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit
-
Pasca Listing, PGE Area Lahendong Dikunjungi Dubes Jepang untuk Studi Bersama Pengembangan Hidrogen Hijau
-
Usai IPO Saham Pertamina Geothermal Energy Bergerak Bak Roller Coaster, Kenapa?
-
Kantongi Pernyataan Efektif dari OJK, PGE Siap IPO
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga