- Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kini secara resmi diidentifikasi sebagai penyebab utama rentetan bencana banjir bandang.
- Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru hasil investigasi lapangan dua lembaga otoritas lingkungan dan pengairan di Gorontalo.
- Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan sejak Oktober 2025, tim ahli menemukan adanya sedimentasi parah dan perubahan drastis pada badan sungai.
Suara.com - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kini secara resmi diidentifikasi sebagai penyebab utama rentetan bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Buntulia dan Marisa. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru hasil investigasi lapangan dua lembaga otoritas lingkungan dan pengairan di Gorontalo.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa praktik PETI yang berlangsung selama bertahun-tahun telah memicu kerusakan struktural pada ekosistem sungai.
Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan sejak Oktober 2025, tim ahli menemukan adanya sedimentasi parah dan perubahan drastis pada badan sungai. Sungai Dulamayo dan Sungai Ilota, yang sebelumnya memiliki aliran lancar, kini mengalami pendangkalan signifikan, terutama di titik-titik yang berdekatan dengan area tambang ilegal.
“Hal ini menyebabkan aliran air tersumbat, memperburuk potensi banjir saat curah hujan tinggi. Selain itu, banyaknya tumpukan material hasil galian dari bekas PETI yang menggunakan alat berat menghalangi jalannya aliran air,” kutip laporan Tim DLHK yang ditandatangani oleh Romly Utiarahman, Jumat (16/1/2026).
Laporan tersebut merinci empat dampak fatal PETI terhadap infrastruktur alam seperti pendangkalan dan penyempitan aliran sungai, erosi dan penggundulan hutan secara masif, pencemaran air yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan perubahan arah aliran sungai secara liar.
Data teknis dari BWSS II menunjukkan skala kerusakan yang mengkhawatirkan. Tim yang diketuai oleh Moh Isnaen Muhidin, Kasi Operasi dan Pemeliharaan SDA, mencatat bahwa total bukaan lahan akibat PETI mencapai 612 hektare.
Lebih memprihatinkan lagi, sebesar 370,75 hektare dari total tersebut berada di dalam Kawasan Cagar Alam dan Areal Penyangga. Hilangnya daerah penangkap air di zona konservasi ini menyebabkan peningkatan debit air dan pengiriman sedimentasi dalam jumlah besar ke hilir.
"Luasnya bukaan lahan di dalam Cagar Alam secara langsung meningkatkan risiko bencana banjir bandang, khususnya di Desa Hulawa hingga pusat Kota Marisa," tulis laporan tersebut.
Kesimpulan teknis ini senada dengan pernyataan tegas Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Widodo. Setelah meninjau langsung bukaan hutan di lokasi, Kapolda menegaskan pada Selasa (13/1/2026) bahwa aktivitas ilegal ini adalah biang keladi banjir di Kecamatan Buntulia dan Marisa.
Baca Juga: Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor
Sebagai informasi, wilayah terdampak ini dilalui oleh sistem Sungai Taluduyunu sepanjang 14,8 kilometer yang bermuara di Teluk Tomini. Aliran air dari hulu mengalir melalui tiga sungai utama: Sungai Dulamayo, Botudulanga, dan Taluduyunu. Jika praktik PETI tidak segera dihentikan, biaya pemulihan ekosistem dan kerugian ekonomi akibat banjir diprediksi akan terus membengkak, mengancam stabilitas wilayah Pohuwato di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Suara.com Terima Penghargaan di Ajang Indonesia Rising Stars Award 2026
-
Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Kejar Target 1,8 GW pada 2033
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
-
Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan
-
Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik
-
Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga
-
Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan
-
Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
-
Presiden Restui Pembangunan Tol Lembah Anai, Kementerian PU Siapkan Studi Kelayakan!
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?