- Bank Indonesia mencatat modal asing keluar Rp 7,71 triliun pada 12–14 Januari 2026, dominan dari pasar SBN.
- Premi risiko investasi Indonesia (CDS tenor 5 tahun) meningkat menjadi 71,43 basis poin per 14 Januari 2026.
- Pada periode tersebut, rupiah ditutup Rp 16.855 per dolar AS, sementara imbal hasil SBN 10 tahun naik.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar sangat deras pada minggu kedua Januari 2026.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan mengatakan berdasarkan data transaksi 12 – 14 Januari 2026, modal asing kembali mengambil dananya sebesar Rp 7,71 triliun.
Aliran modal asing itu banyak keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Terdiri dari jual neto sebesar Rp 8,15 triliun di pasar SBN dan Rp 2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Sementara itu pada tahun 2026, berdasarkan data setelmen hingga 14 Januari 2026, modal asing tercatat masih masuk sebesar Rp 5,33 triliun ke pasar SRBI. Disusul pembeliam Rp 6,16 triliun di pasar saham, serta keluar deras sebesar Rp 9,91 triliun di pasar SBN.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," jelasnya.
Seiring perkembangan tersebut, premi risiko investasi Indonesia yang tecermin dari credit default swaps (CDS) tenor 5 tahun naik ke level 71,43 basis poin (bps) per 14 Januari 2026, dibandingkan 69,31 bps pada 9 Januari 2026.
Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar rupiah periode 12-15 Januari 2026. Pada Rabu (14/1), rupiah ditutup di level (bid) Rp 16.855 per dolar AS dan dibuka di level (bid) Rp 16.840 per dolar AS pada Kamis (15/1).
Sedangkan, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik ke level 6,21 persen pada Rabu (14/1) dan kembali meningkat menjadi 6,23 persen pada Kamis (15/1). Di sisi global, indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 99,06, sedangkan yieldUS Treasury tenor 10 tahun turun ke level 4,132 persen.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
Target Harga BRMS Menurut Para Analis Saham
-
Site Bitcoin Lama Bernilai Ratusan Triliun Rupiah Bisa Dipecahkan AI dalam Waktu Dekat
-
Kantor Bising Bikin Pusing? Geser SLED, Fokus Jadi Hening
-
Eropa Balas Trump Imbas Konflik Greenland, Perdagangan Produk AS Dibatasi Ketat
-
Mekanisme Saham Penunggak Pajak Disita Negara, Cek Solusinya
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato
-
Suara.com Terima Penghargaan di Ajang Indonesia Rising Stars Award 2026
-
Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Kejar Target 1,8 GW pada 2033
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto