Bisnis / Makro
Minggu, 18 Januari 2026 | 10:57 WIB
Pesawat PK-THT milik Indonesia Air Transport. [Ist]
Baca 10 detik
  • Tiga pegawai KKP hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat melakukan pemantauan udara di wilayah Maros.
  • Pesawat ATR 42-500 hilang kontak saat menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan pemerintah Indonesia.
  • Menteri KKP hanya bisa berdoa dan menyerahkan proses pencarian serta investigasi kepada Basarnas dan instansi terkait.

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Pesawat ATR 42-500 tengah dalam misi pemerintah.

Ia menjelaskan, ketiganya tengah melakukan pemantauan udara atau air survellance di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

Adapun, Identitas personel yang hilang tersebut adalah Ferry Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Naufal yang bertugas sebagai Operator Foto Udara.

Ketiga pegawai itu juga merupakan pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (Suara.com/Adiyoga)

"Perlu kami sampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut yang melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip, Minggu (18/1/2026).

Namun nahas, nampaknya itu merupakan tugas terakhir dari ketiga pergawai tersebut. Pasalnya, pesawat yang ditumpangi mendadak hilang kontak dengan pengawas udara penerbangan atau Air Traffic Control (ATC).

Dalam hal ini, Trenggono merasa terpukul, dan hanya bisa berdoa agar bisa ditemukan dalam kondisi terbaik.

"Kami terpukul, sedih, dan prihatin dan berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut," ucapnya.

Untuk diketahui, Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-PHT dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Titik Jatuh Pesawat ATR di Maros Ditemukan, TNI AU Kerahkan Pasukan Elite untuk Evakuasi

Pesawat tersebut merupakan milik dari PT Indonesia Air Transport (IAT).

Trenggono menambahkan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dan menunggu hasil pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan.

"Terkait hal pencarian dan penyebab insiden, kami serahkan seluruhnya kepada Basarnas, KNKT, dan Kementerian Perhubungan," pungkasnya.

Load More