- Rupiah melemah pada pembukaan Senin, 19 Januari 2026, dibuka di pasar spot pada level Rp 16.908 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah 0,12% disebabkan sentimen negatif dari pelebaran defisit anggaran meskipun indeks dolar AS melemah.
- Investor mengantisipasi RDGBI dengan rentang pergerakan rupiah diperkirakan antara Rp 16.850 hingga Rp 16.950.
Suara.com - Nilai tukar terus menunjukkan pelemahan pada pembukaan, Senin, 19 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp 16.908 per dolar AS atau USD
Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk. Alhasil, rupiah melemah 0,12 persen persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.896 per USD
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.880 per USD.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian menguat terhadap dolar AS pagi ini.
Hal itu terlihat dari Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,51 persen, disusul yen Jepang yang menguat 0,24 persen, dolar Singapura menguat 0,18 persen, yuan China menguat 0,08 persen.
Disusul dolar Taiwan menguat 0,08 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,03 persen terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini.
Hal itu terlihat dari peso Filipina melemah 0,07 persen, won Korea melemah 0,05 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,009 persen terhadap dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan mendapatkan sentimen negatif terkait pelebaran defisit anggaran.
"Walau indeks dolar AS melemah tajam oleh perkembangan ini, namun rupiah diperkirakan masih akan lebih condong tertekan karna sentimen risk off," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Dijual Rp 17.000, Daftar Kurs Dolar di Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA
Namun, data ekonomi China yang baru dirilis secara umum lebih kuat dari harapan bisa menahan perlemahan Rupiah yg lebih besar.
"Investor juga mengantisipasi RDGBI hari rabu yang walau diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kali ini, namun investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga kedepannya Range Rp 16.850 - Rp 16.950," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari