- Pemerintah Aceh menyiapkan penanganan permanen untuk 6 jembatan dan 28 titik longsor pascabanjir, memprioritaskan logistik.
- Penanganan darurat telah berhasil memfungsikan kembali seluruh ruas jalan nasional, termasuk pemasangan jembatan Bailey sementara.
- Konstruksi permanen, seperti duplikasi dan penggantian jembatan rangka, ditargetkan mulai berjalan paling lambat Januari 2026.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pemerintah tengah menyiapkan penanganan permanen secara bertahap terhadap 6 jembatan dan 28 titik longsor di ruas jalan nasional yang terdampak bencana banjir bandang di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan setelah penanganan darurat membuat seluruh ruas kembali fungsional.
Bencana banjir bandang di Aceh sebelumnya mengakibatkan 16 titik jembatan putus, 362 titik longsor, serta 37 titik banjir pada ruas jalan nasional. Meski seluruh ruas telah dapat dilalui, pemerintah menilai penguatan infrastruktur tetap dibutuhkan agar konektivitas lebih andal dan aman.
Dody menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan akses logistik tetap terjaga sehingga kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terhambat akibat bencana.
"Dalam 50 hari pertama, fokus utama kami adalah memastikan tidak ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolasi. Memang saat ini masih terdapat beberapa desa dan kecamatan yang aksesnya terbatas, dan itu menjadi sasaran penanganan lanjutan kami. Tim di lapangan terus bekerja tanpa henti bersama TNI dan Polri," kata Dody dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Dody menyebut, tantangan paling berat berada pada penanganan jembatan. Namun, pemerintah mempercepat pembukaan akses dengan membangun jembatan perintis agar konektivitas awal bisa segera pulih.
"Tantangan terberat ada pada penanganan jembatan, namun untuk percepatan kami membangun jembatan perintis agar akses awal segera terbuka. Yang terpenting, masyarakat bisa kembali terhubung, kendaraan roda dua dapat melintas, dan bantuan logistik bisa masuk dari wilayah terdekat secara lebih efektif," lanjut Dody.
Saat ini, enam jembatan yang terdampak sudah difungsionalkan melalui penanganan darurat, termasuk pemasangan jembatan Bailey. Pemerintah menargetkan konstruksi permanen mulai berjalan paling lambat pada Januari 2026.
Salah satu yang masuk daftar penanganan permanen ialah Jembatan Krueng Tingkeum di Ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara. Akses di ruas ini kembali terhubung sejak 27 Desember 2025 melalui jembatan Bailey berkapasitas 30 ton, ditambah dukungan jalur alternatif Bailey di Awe Geutah.
Untuk memperkuat keandalan jangka panjang, penanganan permanen disiapkan berupa duplikasi jembatan. Pemancangan pertama direncanakan dimulai pada 20 Januari 2026.
Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!
Berikutnya, Jembatan Krueng Meureudu di Ruas Jalan Banda Aceh–Meureudu yang terhubung dengan Ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen juga sudah kembali fungsional untuk semua jenis kendaraan. Kondisi tersebut tercapai setelah penimbunan oprit jembatan yang runtuh pada awal Desember 2025 selesai dilakukan.
Penanganan permanen pada titik ini akan difokuskan pada rehabilitasi jembatan eksisting serta perbaikan daerah aliran sungai (DAS). Langkah tersebut diproyeksikan dapat mengurangi risiko gerusan dan kerusakan berulang.
Sementara Jembatan Teupin Mane yang berada di Ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah telah kembali terhubung sejak 18 Desember 2025. Pemulihan akses dilakukan melalui pemasangan jembatan Bailey dan penanganan sementara pada titik longsoran.
Ke depan, penggantian permanen akan dilakukan menggunakan jembatan rangka. Pemerintah juga menyiapkan penanganan longsoran jalan guna meningkatkan kapasitas serta keselamatan pengguna jalan.
Adapun Jembatan Krueng Beutong di Ruas Jalan Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram sudah fungsional bagi kendaraan roda dua dan roda empat sejak 8 Januari 2026. Pemulihan akses dilakukan lewat jembatan Bailey.
Rencana penanganan permanen di lokasi tersebut mencakup rehabilitasi DAS serta rekonstruksi badan jalan yang hilang. Upaya ini ditujukan untuk memastikan stabilitas struktur dan kelancaran arus kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga