- Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama Deputi Gubernur BI, termasuk keponakannya Thomas Djiwandono, menggantikan Juda Agung.
- DPR menerima usulan tersebut dan akan melaksanakan uji kompetensi (fit and proper test) pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1).
- Hasil seleksi akan dibawa ke rapat paripurna pada Selasa (27/1) untuk pengesahan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyodorkan beberapa nama untuk mengisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya dijabat Juda Agung. Salah satunya, keponakannya yaitu Thomas Djiwandono, yang kini menduduki kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyebut Nama Thomas sudah diterima oleh pihak DPR untuk menjadi Deputi Gubernur BI. Selanjutnya, bilang ia, Thomas akan menjalani seleksi dengan ikuti proses uji kompetensi atau fit and proper test yang direncanakan pada Jumat (23/1) dan Senin (26/1) mendatang.
Setelah itu, hasil fit and proper test akan dibawa ke rapat paripurna untuk pengesahan sosok yang menjadi Deputi Gubernur BI. Adapun, tak hanya Thomas, terdapat dua nama yang diusulkan Prabowo yakni, Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.
"Karena ada tiga orang kan, kita harapkan mudah-mudahan Jumat sampai Senin sudah selesai. Sehingga bisa dibawa ke paripurna tanggal 27 hari Selasa," ujar Misbakhun di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Namun, Ia melanjutkan, hasil dari fit and proper test ini harus dirapatkan secara internal terlebih dahulu.
"Tapi harus dirapatkan internal. Di pimpinan sudah menyetujui hari Jumat dan Senin, dan karena kan calonnya ada tiga, Jumat kan harinya pendek, jadi kemungkinan ada yang di hari Jumat dan di hari Senin," katanya.
Misbakhun menilai, seharusnya Thomas telah memenuhi persyaratan untuk menjadi calon Deputi Gubenur BI, seperti tak bergabung dalam partai politik.
"Saya yakin ketika Pak Perry menerima itu semua sudah ada. Usulan Pak Thomas jadi Deputi itu datang dari Gubernur, datang dari suratnya Gubernur kepada Presiden ketika Pak Juda mengirimkan surat pengunduran diri. Bukan datang dari mana-mana," katanya.
"Sudah, sudah semua. Saya pastikan itu, karena tertib administrasi, hal-hal yang seperti itu termasuk menjadi perhatian pemerintah dan DPR," tambah Misbakhun.
Baca Juga: Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun