Bisnis / Makro
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:44 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di sekitar Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya menanggapi kritik ekonom mengenai potensi jabatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
  • Purbaya menduga kritik ekonom tersebut didasari rasa iri terhadap potensi penunjukan Thomas Djiwandono oleh Presiden.
  • Menkeu meyakini independensi BI tetap terjaga karena jabatan Deputi diisi banyak orang serta tidak ada intervensi pemerintah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal kritikan para ekonom yang menyinggung perpindahan jabatan Thomas Djiwandono dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ke Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Belakangan ini Thomas Djiwandono diisukan bakal menjabat Deputi Gubernur BI usai Juda Agung mengundurkan diri. 

Beberapa ekonom mengkritik kalau itu mengancam independensi BI karena Thomas juga keponakan Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus Politikus Partai Gerindra.

Namun Menkeu Purbaya menyebut kalau ekonom yang mengkritik Thomas hanyalah iri. Ia menduga kalau posisi sang ekonom justru ingin menempati posisi tersebut.

"Dia iri. Mungkin dia pikirnya seharusnya dia yang ke BI. Ekonomnya," kata Purbaya saat ditemui di sekitar kawasan Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Purbaya berargumen kalau BI bakal tetap independen meskipun ada Thomas. Menurutnya, keponakan Prabowo itu bakal mengundurkan diri dari Gerindra.

"Pasti dia enggak akan ke Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya ya, atau di Gerindra pun di belakang," katanya.

Selain itu, Thomas juga dinilai tidak bisa mempengaruhi keputusan Bank Indonesia karena jabatan Deputi Gubernur BI diisi hingga tujuh orang.

Ia menilai kalau suara satu orang tidak akan bisa langsung mempengaruhi kebijakan. 

Baca Juga: Kabar Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur BI Dorong Rupiah Jatuh ke Level Rp 16.956

"Enggak bisa satu orang mempengaruhi semuanya. Jadi harus diskusi antara mereka aja. Dugaan saya sih harus selalu kompromi. Kompromi itu musyawarah mufakat," beber dia.

Ia juga memastikan Pemerintah tidak akan mengintervensi Bank Indonesia. Purbaya lebih menganggap kalau itu seperti kerja sama.

"Jadi selama approach-nya seperti itu enggak ada masalah. Nanti kalau ada intervensi pemerintah yang berlebihan yang dianggap gitu kan bisa kelihatan. Tapi selama ini kan cuma sinergi ke orang yang lebih bagus kan. Kalau itu bukan intervensi. Kerja sama. Betul enggak?" umbar dia.

"Jadi kata ekonom itu apalagi? Biar saya bantah satu-satu," tandasnya.

Load More