- Rupiah ditutup melemah 0,01% di pasar spot pada Selasa (20/1/2026) pada level Rp 16.956 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif domestik terkait isu independensi Bank Indonesia serta antisipasi RDG BI.
- Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, meskipun ada beberapa mata uang Asia lainnya yang menguat.
Suara.com - Nilai tukar masih bertahan di zona merah pada, Selasa (20/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp16.956 per dolar AS atau USD.
Pelemahan ini membuat mata uang garuda terus terpuruk dengan melemah 0,01 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.955 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.981 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian melemah. Hal itu terlihat dari won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,37 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,14 persen.
Diikuti yen Jepang melemah 0,11 persen, rupee India melemah 0,04 persen, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen. Lalu ada peso Filipina melemah 0,01 persen ringgit Malaysia melemah 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Baht Thailand menguat 0,45 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen, yuan China menguat 0,06 persen terhadap dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan mendapatkan sentimen negatif dari dalam negeri.
Salah satunya adalah pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang juga keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Rupiah juga terbebani oleh berita pencalonan keponakan Prabowo sebagai deputi gubernur BI, yang semakin memicu kekuatiran independensi BI," katanya saat dihubungi Suara.com.
Baca Juga: Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Dia pun menambahkan rupiah ditutup melemah tipis, di dukung oleh penurunan tajam pada indeks dolar AS. Namun rupiah masih gagal bangkit, dengan investor was was mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada besok.
"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan walau investor masih wait and see menantikan hasil RDG BI. Range Rp 16.900 - Rp 17.000," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
-
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
-
Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis