- Menperin Agus Gumiwang merencanakan pembentukan BUMN baru sektor tekstil untuk menghidupkan industri dari hulu hingga hilir.
- Pemerintah menyiapkan modal besar sekitar Rp100 triliun melalui BPI Danantara untuk mengisi kekosongan sektor TPT.
- Pembentukan ini bertujuan memberi kepastian iklim industri serta mengurangi tekanan akibat kebijakan tarif resiprokal AS terhadap ekspor TPT.
Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara soal rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru di sektor tekstil. Agus menyebut, langkah tersebut menjadi upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dari hulu hingga hilir.
Agus mengatakan, pembentukan BUMN tekstil baru juga diharapkan dapat memberi kepastian bagi iklim industri tekstil di dalam negeri. Terlebih, sektor TPT selama ini menjadi salah satu penopang industri manufaktur dan ekspor Indonesia.
"Itu kan upaya pemerintah untuk menghidupkan, memberikan sebuah affirmative pada industri tekstil, dari mulai hulu, intermediate, sampai hilir," tuturnya di kantor Itjen Kemendag, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Lebih lanjut, Agus menuturkan pemerintah juga menyiapkan langkah lain agar rencana tersebut bisa berjalan. Salah satunya melalui dukungan modal besar yang disiapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk BUMN tekstil baru tersebut.
Ia menyebut pemerintah menyiapkan suntikan dana sekitar Rp100 triliun. Dana jumbo itu diharapkan dapat mengisi kekosongan yang saat ini terjadi di sektor TPT.
Agus mengaku bakal menjalin komunikasi intensif dengan Kepala BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Koordinasi itu dilakukan agar suntikan modal tersebut bisa dimaksimalkan sesuai kebutuhan industri.
"Tentu pemerintah ya berdasarkan arahan dari Pak Presiden menyiapkan dana sekitar Rp100 triliun itu dengan harapan bisa mengisi kekosongan di sektor TPT. Nanti kami koordinasi dengan Pak Rosan," urai Agus.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut meminta jajarannya membentuk BUMN baru yang bergerak di sektor tekstil. Pemerintah pun telah melakukan studi untuk merealisasikan titah tersebut.
Dalam rencana yang beredar, Danantara bakal menyiapkan modal sebesar 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp100,5 triliun. Perhitungan itu menggunakan asumsi kurs Rp16.750 per dolar AS.
Baca Juga: Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
Rencana pembentukan BUMN tekstil baru ini juga telah dibahas di internal Kabinet Merah Putih. Pembahasan dilakukan dalam retret awal tahun yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Dalam retret bertajuk Taklimat Awal Tahun itu, para menteri bersama Presiden Prabowo turut membicarakan peta jalan atau road map penguatan industri TPT. Penguatan industri ini dipandang penting untuk memperkuat daya tahan sektor tekstil nasional.
Agus menyebut, pembangunan perusahaan pelat merah di bidang tekstil diharapkan dapat membuat Indonesia tidak terlalu tertekan oleh kebijakan tarif resiprokal yang dikeluarkan Gedung Putih. Apalagi, ekspor TPT Indonesia ke AS selama ini tercatat cukup besar.
Berita Terkait
-
Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah
-
Menperin Pede Industri Manufaktur Bisa Tumbuh di Atas 5% Meski Ekonomi Global Gonjang-Ganjing
-
Emiten ZATA Harganya Meroket, Ini Dia Sosok Saudagar Pemegang Sahamnya
-
Purbaya Datangi Kantor Danantara Usai Coretax Dikomplain Pandu Sjahrir
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Korban Tewas KLM Nurul Salsa Bertambah, Dua Jenazah Perempuan Berhasil Diidentifikasi
-
Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Puncak Harlah PKB ke-28 Jadi Ajang Kumpul Elite Politik, Prabowo dan Gibran Juga Hadir
-
Bagaimana AI Membantu Sektor Industri Mengelola Konsumsi Energi? Begini Kata Indosat
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Belajar STEM Sejak Dini Bantu Anak Jadi Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Cara Memilih Shade Bedak Sesuai Warna Kulit agar Hasil Makeup Tampak Natural
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan