- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan ke level 9.094 pada awal perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
- Pada waktu tersebut, terjadi transaksi 5,58 miliar saham dengan 358 saham menurun dan 183 saham menguat.
- Proyeksi IHSG diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah dipengaruhi tekanan pasar global dan sentimen komoditas.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terjun bebas pada awal perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. IHSG merosot ke level 9.094
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih di melemah 0,74 persen ke level 9.066.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,52 triliun, serta frekuensi sebanyak 335.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 183 saham bergerak naik, sedangkan 358 saham mengalami penurunan, dan 417 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, INAI, RMKO, NATO, AIMS, IFII, KDTN, KEEN, OASA, BNBA, AWAN, PACK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, UNTR, ARGO, INOV, BEL, ERTX, ESTI, REAL, YELO, FISH, ASII, KICI
Proyeksi IHSG
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Tekanan dari pasar global masih membayangi, meski sentimen positif dari kenaikan harga komoditas berpeluang menahan pelemahan lebih dalam.
Berdasarkan riset CGS International Sekuritas Indonesia, melemahnya indeks di bursa Wall Street diproyeksikan akan memengaruhi sentimen pelaku pasar di dalam negeri.
Baca Juga: Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif
Kondisi tersebut membuat investor cenderung bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Meski demikian, penguatan harga sejumlah komoditas utama dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia.
Harga minyak mentah, gas alam, batu bara, crude palm oil (CPO), emas, hingga timah tercatat mengalami kenaikan dan berpotensi menopang kinerja saham-saham berbasis komoditas.
"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support di level 9.080 dan 9.025, serta resistance di area 9.190 hingga 9.245," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Seiring dengan proyeksi tersebut, investor disarankan untuk mencermati saham-saham yang masih memiliki prospek menarik.
CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan status buy.
Kedua saham tersebut dinilai berpotensi mendapat sentimen positif dari tren kenaikan harga komoditas, khususnya logam dan mineral, di tengah ketidakpastian pasar global.
Investor diimbau tetap memperhatikan manajemen risiko dan mencermati perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen