- BNI Sekuritas merekomendasikan aksi beli saham INET dengan target harga antara Rp555 hingga Rp590.
- Investor disarankan melakukan *speculative buy* jika harga saham mampu bertahan di atas level Rp525.
- Saham INET mencatat apresiasi 11,5% secara tahunan dan didukung akumulasi beli bersih investor asing.
Suara.com - Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menunjukkan sinyal teknikal yang menarik bagi para investor yang mengincar peluang keuntungan jangka pendek.
Emiten teknologi ini diprediksi berpotensi menembus level batas atas (resistance) dalam waktu dekat, didorong oleh akumulasi beli yang cukup signifikan.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst dari BNI Sekuritas, dalam laporan risetnya memberikan panduan bagi para pemodal untuk mencermati pergerakan harga INET.
Rekomendasi utamanya adalah beli (buy) dengan target kenaikan harga yang cukup menjanjikan.
Titik Masuk dan Target Harga
Secara teknikal, BNI Sekuritas menyarankan strategi speculative buy dengan memperhatikan level psikologis tertentu. Berikut adalah rincian strategi trading untuk saham INET:
- Area Beli (Entry Point): Investor disarankan masuk jika harga berhasil menembus atau bertahan di level Rp525.
- Target Profit: Sasaran kenaikan terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp555 hingga Rp590.
- Manajemen Risiko (Cut Loss): Untuk mengantisipasi kerugian, pemodal sangat disarankan melakukan pelepasan jika harga merosot ke bawah Rp490.
Sebagai catatan pada perdagangan terbaru, Selasa (20/1/2026), INET ditutup pada level Rp550.
Meskipun angka tersebut menunjukkan koreksi sekitar 3,48% dari pembukaan pasar sesi pertama hari tersebut, posisinya masih berada dalam zona pantauan untuk penguatan lanjutan.
Rekam Jejak dan Aliran Dana Asing
Baca Juga: Di Balik Right Issue BNBR, Pemilik Saham Bakrie Bisa Terdampak!
Performa saham INET menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun masih berada dalam tren positif secara tahunan (year to date). Berikut ringkasan performanya:
- Pertumbuhan Tahunan: Sejak awal tahun, saham ini telah terapresiasi sebesar 11,5%.
- Kinerja Pekanan: Meskipun sempat turun 12,6% dalam sepekan terakhir, harga mulai menunjukkan upaya pemulihan (rebound).
- Akumulasi Asing: Berdasarkan data Stockbit, investor mancanegara tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) yang cukup besar, mencapai Rp10,4 miliar pada perdagangan Kamis (15/1).
Keterlibatan dana asing ini menjadi katalis positif yang mendukung optimisme bahwa saham Sinergi Inti Andalan Prima memiliki pondasi yang kuat untuk kembali menguat.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko tinggi terhadap fluktuasi harga pasar. Rekomendasi teknikal ini bukan merupakan jaminan keuntungan pasti, melainkan hasil analisis data pasar yang tersedia. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
Terkini
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
-
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 dan 18 Maret, Menhub Siapkan Skema WFA
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang