- IHSG ditutup stabil di level 9.134 pada Selasa, 20 Januari 2026, didukung kenaikan sektor basic materials akibat harga emas dunia yang memecahkan rekor baru.
- Secara teknikal, IHSG menunjukkan potensi pelemahan dengan indikasi distribusi dan kemungkinan aksi ambil untung terjadi dalam waktu dekat.
- Mayoritas indeks saham Asia melemah karena kekhawatiran perang dagang AS-Eropa dan ketidakpastian politik terkait rencana pemilu sela Jepang.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di level 9.134 atau naik 0,01 persen di akhir perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. IHSG sempat ke level tertinggi harian di level 9.174.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menilai, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan terpantau fluktuatif. Penguatan indeks ditopang kinerja sektor basic materials yang mencatatkan kenaikan terbesar, seiring lonjakan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi baru.
Harga emas tercatat menembus level di atas USD 4.700 per troy ounce, didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Kondisi ini turut mengangkat saham-saham emiten berbasis emas dan komoditas.
Namun demikian, secara teknikal momentum penguatan IHSG mulai menunjukkan pelemahan. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan potensi distribusi, sementara Stochastic RSI berpeluang membentuk death cross di area overbought.
Situasi tersebut membuka peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) dalam waktu dekat. Pergerakan IHSG diperkirakan akan berada pada kisaran 9.050 hingga 9.200, dengan level support di 9.000, pivot di 9.100, dan resistance di 9.200.
Dari regional, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah pada Selasa (20/1). Sentimen negatif datang dari kekhawatiran eskalasi ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa, serta meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang.
Negara-negara Eropa dilaporkan tengah membahas rencana tarif balasan terhadap AS, menyusul ancaman penerapan tarif baru. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap anggur dan sampanye asal Prancis, setelah Presiden Prancis menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Trump.
Selain itu, perhatian investor global juga tertuju pada pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Forum ini diperkirakan menjadi ajang penting bagi para pemimpin negara Eropa dan AS untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan geopolitik ke depan.
Sementara dari Jepang, Perdana Menteri setempat dikabarkan berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela pada 8 Februari 2026. Rencana tersebut mendorong yield obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun naik ke level 4 persen untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?
Meski demikian, lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah Jepang akan menurun ke kisaran 190 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun fiskal 2029, dari estimasi 199,5 persen pada tahun fiskal 2025 dan dari level tertingginya sebesar 222 persen pada tahun fiskal 2020.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 62,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,83 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 357 saham bergerak naik, sedangkan 336 saham mengalami penurunan, dan 265 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, TOSK, BAIK, AWAN, AIMS, IFII, KDYN, NATO, VISI, KEEN, ELIT, HOPE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLU, INOV, CRAB, ETX, ISEA, DSSA, TRIS, YELO, INDR, NICL NETV.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara