- Kementerian PU mengimbau pengemudi, khususnya angkutan barang, tidak melintasi Jembatan Bailey Sumatera melebihi batas muatan.
- Jembatan Bailey bersifat sementara dan krusial menjaga konektivitas serta distribusi logistik wilayah terdampak bencana pasca 18 Januari 2026.
- Kendaraan ODOL berisiko merusak struktur jembatan darurat, sehingga kepatuhan tonase demi keselamatan bersama sangat ditekankan.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengimbau pengguna jalan, terutama pengemudi angkutan barang, agar tidak melintasi Jembatan Darurat Bailey, dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Kementerian PU menegaskan, penggunaan Jembatan Bailey wajib mengikuti kapasitas maksimal.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan jembatan sementara itu tetap berfungsi sebagai akses vital pemulihan konektivitas antarwilayah.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan kepatuhan terhadap batas beban jembatan menjadi hal krusial, khususnya di daerah yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana.
“Kepatuhan terhadap aturan tonase bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan bersama dan kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana,” ujar Dody dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, Jembatan Bailey yang dipasang di titik-titik terdampak bencana bersifat sementara atau semi permanen.
Karena itu, keberlanjutannya sangat bergantung pada disiplin pengguna jalan dalam mematuhi ketentuan teknis, terutama terkait batas muatan kendaraan.
Kementerian PU menyebut, keberadaan Jembatan Bailey menjadi solusi darurat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap dapat berjalan.
Di sisi lain, kendaraan ODOL dinilai berpotensi membahayakan struktur Jembatan Bailey.
Baca Juga: Kementerian PU Rilis Portal Data Real Time Penanganan Bencana Sumatera
Beban berlebih dapat mempercepat kelelahan material hingga meningkatkan risiko kegagalan struktur yang bukan hanya mengancam keselamatan, tetapi juga dapat menghambat upaya penanganan bencana.
Hingga 18 Januari 2026, Kementerian PU mencatat puluhan Jembatan Bailey telah dipasang dan difungsionalkan di ruas jalan nasional terdampak bencana.
Sebarannya antara lain berada di Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Nagan Raya.
Jembatan-jembatan tersebut difungsikan sebagai penghubung sementara untuk mendukung mobilitas warga, distribusi logistik, serta kelancaran layanan dasar di wilayah terdampak.
Beberapa Jembatan Bailey yang telah beroperasi antara lain Jembatan Krueng Tingkem, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Lawe Mengkudu, Jembatan Lawe Penanggalan, Jembatan Krueng Pelang, hingga Jembatan Krueng Beutong.
Kementerian PU menegaskan, seluruh jembatan dibangun dengan standar teknis tertentu dan memiliki batas beban yang wajib dipatuhi oleh pengguna jalan. Hal ini menjadi perhatian utama agar fungsi jembatan darurat tidak terganggu.
Berita Terkait
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Tangani Dampak Longsor dan Banjir, Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Sumut Segera Pulih
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
-
Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh
-
IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?
-
Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung
-
Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara
-
Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA
-
Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!