- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan utang proyek Whoosh tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut utang Whoosh Rp120 triliun sudah dalam proses penyelesaian dan memberikan dampak ekonomi.
- Restrukturisasi utang Whoosh memungkinkan pelunasan diperpanjang hingga tahun 2085 melalui tenor pinjaman 60 tahun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini dilontarkan Menkeu Purbaya terkait kemungkinan utang Whoosh yang akan membebani APBN di tengah kenaikan harga minyak yang tembus 100 Dolar AS per Barel akibat konflik geopolitik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
"Ya enggak apa-apa, kan enggak gede-gede amat," jawab Purbaya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (10/3/2026).
Namun Purbaya belum mengungkapkan seberapa besar beban utang proyek Whoosh yang akan ditanggung APBN. Ia hanya menyebut kalau saat ini Pemerintah masih dalam tahap pembahasan pelunasan utang.
"Nanti kita lihat ya gimananya. Tapi belum (ada pembahasan)," lanjut dia.
Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, angkat bicara mengenai polemik utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh yang mencapai Rp120 triliun.
Dony meminta masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi beban utang tersebut. Ia justru mempertanyakan balik kekhawatiran publik. Menurutnya, proses penyelesaian utang tersebut sudah masuk dalam jalur yang tepat.
"Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Senin (16/2/2026).
Dony mengklaim bahwa Whoosh telah memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Ia tak menampik jika beban utang membengkak, namun hal itu disebabkan oleh struktur investasi awal yang relatif kecil.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
"Dia memberikan dampak ekonomi. Secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan, sehingga utangnya menjadi besar waktu pembangunan," jelasnya.
Sebagai informasi, total utang Whoosh termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) diperkirakan menembus Rp120 triliun. Dengan restrukturisasi bersama China, tenor pinjaman diperpanjang hingga 60 tahun, yang artinya beban ini baru akan lunas pada tahun 2085.
Berita Terkait
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Harga Minyak Tembus 100 dolar AS per Barrel, Harga BBM Bakal Naik?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Suami Guru di Tanjungbalai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Terancam 9 Tahun Penjara
-
Wakil Jaksa Agung Bantah Rotasi Pejabat Kejagung Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Tapi Penyegaran
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI
-
KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya