- IHSG diprediksi bergerak variatif pada Kamis (22/1/2026) setelah kemarin melemah 1,36% akibat *net sell* asing Rp1,88 triliun.
- Analis berbeda pandangan mengenai arah IHSG hari ini, antara potensi *rebound* atau pelemahan lanjutan di area *support* 8.950.
- Sentimen negatif datang dari pencabutan 28 izin tambang oleh Presiden Prabowo, sementara sentimen positif dari kenaikan Wall Street.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/1/2026) diprediksi akan bergerak variatif setelah mengalami tekanan hebat pada hari sebelumnya.
Kemarin, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,36% yang diperparah dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp1,88 triliun.
Saham-saham blue chip seperti BBCA, UNTR, GOTO, BMRI, dan HRTA menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.
Prediksi Analis: Potensi Rebound vs Koreksi Lanjutan
Para analis pasar modal memiliki pandangan yang beragam mengenai arah indeks hari ini:
BNI Sekuritas: Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, memproyeksikan IHSG memiliki peluang untuk berbalik arah atau rebound. Ia menetapkan area Support di level 8.950–9.000 dan Resistance pada kisaran 9.035–9.080.
Phintraco Sekuritas: Sebaliknya, Phintraco memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan. Secara teknikal, posisi IHSG yang berada di bawah MA5 serta indikator MACD yang menyempit membuka ruang pengujian kembali area support psikologis di 8.950.
Sentimen negatif domestik bersumber dari langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut 28 izin operasional perusahaan di sektor pertambangan, energi, dan kehutanan karena pelanggaran lingkungan.
Kebijakan ini memicu tekanan jual lintas sektor, terutama pada sektor industri yang anjlok 6,33%, serta sektor properti dan transportasi yang masing-masing melemah di atas 3%.
Baca Juga: Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%.
Keputusan ini dinilai sesuai dengan ekspektasi pasar, namun belum cukup kuat menjadi penopang indeks karena fokus BI saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik.
Sementara itu, kabar positif datang dari bursa Amerika Serikat.
Wall Street tercatat melonjak setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif terhadap Eropa menyusul adanya kerangka kesepakatan terkait Greenland dan Arktik.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing menguat lebih dari 1%, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi seperti Nvidia dan AMD.
Penguatan global ini diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi bursa Asia yang sebelumnya bergerak beragam (mixed) akibat ancaman perang dagang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Berapa Harta Kekayaan Hotman Paris? Intip Properti dan Koleksi Mobil Mewahnya
-
Paling Lemah di Asia, Rupiah Terus Keok Lawan Dolar AS
-
BUMN-BUMN Tak Lagi Cuan dari Bisnis Hotel, Semua Dipegang InJourney
-
Nasib 2,3 Juta Keluarga Petani Tembakau Tak Jelas dengan Adanya Aturan Baru
-
Indonesia International Financial Center Dimulai di Jakarta, Bali Disiapkan Jadi Hub Keuangan Global
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
IHSG Ambruk ke Level 6.200 Pagi Ini, Cek Saham Migas
-
Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar
-
Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu
-
DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi