Bisnis / Ekopol
Jum'at, 23 Januari 2026 | 07:16 WIB
Ketua AWKI, Robertus Rani Lopiga dalam peluncuran organisasi sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Fakhri]
Baca 10 detik
  • AWKI mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok dan ekonomi nasional Indonesia.
  • AWKI berkomitmen memperkuat UMKM untuk penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan melalui peningkatan hasil pertanian.
  • Organisasi ini diluncurkan bersama Munas pertama untuk mengonsolidasikan kepengurusan daerah berlandaskan empat konsensus kebangsaan.

Suara.com - Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) mewanti-wanti dampak ketegangan geopolitik global terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk memperkuat UMKM dan ketahanan pangan.

Sikap itu disampaikan dalam rangkaian peluncuran organisasi sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) pertama AWKI.

Dewan Pembina AWKI Mayjen TNI (Purn), Rido Hermawan, menilai situasi internasional yang belum stabil berpotensi memengaruhi rantai pasok hingga aktivitas ekonomi di dalam negeri.

Meski demikian, ia menyebut kondisi Indonesia saat ini masih relatif terjaga.

“Isu yang terjadi di luar itu memang sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi kita, terutama karena rantai pasok global saling bergantung,” ujar Rido kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Menurut Rido, terdapat empat segmen strategis yang perlu diperkuat agar Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai tekanan global.

Empat segmen itu meliputi keamanan nasional, ketahanan ekonomi, persatuan dan kesatuan, serta lingkungan.

“Kalau empat segmen itu menjadi pilar yang kuat, kami optimistis Indonesia akan tetap baik-baik saja,” katanya.

Baca Juga: Siap-siap! Admin Fee Toko Online di E-Commerce Bakal Diatur Pemerintah

Optimisme itu, lanjut Rido, juga dibarengi dengan agenda AWKI untuk mendorong penyerapan tenaga kerja melalui penguatan sektor UMKM.

Ia menegaskan, sebagian besar anggota AWKI merupakan pengusaha yang telah mengikuti pemantapan nilai kebangsaan dan aktif bergerak di sektor usaha rakyat.

“Pada akhirnya kita harus bisa mandiri, dan jawabannya adalah UMKM,” ucapnya.

Tak hanya itu, AWKI juga menyiapkan program di sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Program tersebut mencakup peningkatan kesuburan tanah, efisiensi biaya produksi, hingga upaya menaikkan hasil panen petani.

“Biaya produksi harus lebih rendah, sementara hasilnya harus lebih tinggi, supaya petani ikut terangkat,” imbuh Rido.

Load More