- Menperin dorong kawasan industri tematik jadi PSN/KEK guna perkuat ketahanan nasional.
- Ketahanan pangan, energi, dan kesehatan jadi rujukan utama arah pengembangan industri.
- Proyek Biotown disiapkan jadi pusat farmasi & alat kesehatan berbasis herbal lokal.
Suara.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan arah baru pengembangan kawasan industri di Indonesia. Kedepannya, pembangunan kawasan industri tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, namun wajib selaras dengan kebijakan strategis nasional dan kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Salah satu strategi utama yang diusung adalah mendorong pembentukan kawasan industri tematik. Kawasan ini nantinya akan diarahkan untuk mendapatkan status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar mendapatkan dukungan fasilitas dari negara.
“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema kawasan tersebut agar selaras dengan kebutuhan negara,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (6/11/2025).
Kemenperin akan melakukan penilaian selektif terhadap setiap usulan kawasan industri baru. Rujukan utamanya adalah kesesuaian dengan agenda besar pemerintah seperti ketahanan energi, ketahanan pangan dan ketahanan kesehatan.
Sebagai langkah nyata, Menperin mengungkapkan adanya proposal dari grup usaha besar untuk membangun Biotown. Kawasan industri tematik ini dirancang khusus sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
Keunggulan utama Biotown adalah pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi. “Obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis herbal dan kekayaan alam kita sendiri,” jelas Agus.
Konsep ini dinilai ideal karena tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan baku obat impor. Menperin menekankan bahwa model tematik seperti Biotown adalah masa depan industri nasional yang harus terus dicari dan didukung untuk memperkuat kedaulatan bangsa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor
-
Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun
-
Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%
-
IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya
-
Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu